Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Disambangi PT KCI, Ini Respons Penyandang Tunanetra yang Nyaris Terlindas KRL

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Selasa, 26 November 2019 |08:31 WIB
Disambangi PT KCI, Ini Respons Penyandang Tunanetra yang Nyaris Terlindas KRL
Ilustrasi kereta rel listrik. (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Akhirnya PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menemui penyandang tunanetra bernama Fazlur Rahman yang hampir terlindas kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Pertemuan itu berlangsung di Gedung PP Muhammadiyah Menteng.

Meski PT KCI sudah menemuinya, Fazlur Rahman menyatakan masih kecewa. Pasalnya dalam pertemuan tersebut, PT KCI tidak melihat adanya komitmen memperbaiki pelayanan terhadap kaum disabilitas.

Baca juga: Penyandang Tunanetra Hampir Terlindas KRL di Stasiun Cikini 

"Hal yang kami sayangkan dari pertemuan tadi adalah tidak adanya komitmen dari KCI untuk mengambil tindakan nyata, baik berupa kebijakan ataupun program afiliasi relevan sebagaimana berbagai poin usulan yang telah disampaikan oleh para aktivis yamg hadir dalam pertemuan tersebut," kata aktivis tunanetra Muhammadiyah ini kepada wartawan, Senin 25 November 2019.

Ilustrasi tunanetra. (Foto: Dok Okezone)

Ilustrasi tunanetra. (Foto: Dok Okezone)

Padahal, tambah Fazlur, sudah semestinya pelayanan berbasis massa harus ramah terhadap kaum disabilitas.

"Padahal kami berharap dalam pertemuan tersebut para utusan KCI membawa pesan resmi tentang langkah langkah nyata yang akan segera diambil guna memastikan hal serupa tidak akan terulang kembali," tuturnya.

Baca juga: Kisah Prajurit TNI Bangkit dari Keterpurukan Usai Mengalami Kebutaan 

Ia mengungkapkan, usai dirinya terperosok ke jalur rel dan nyaris tertabrak KRL, tidak ada petugas di lokasi yang membimbing atau mengarahkan agar peristiwa itu tidak terjadi.

"Petugas kurang sensitif atas kondisi saya. Meski Bu Ella menyampaikan petugas ada perputaran sehingga perlu terus dilatih. Saya berharap ada buku saku singkat untuk petugas. Perusahaan perlu training kecakapan dan kembali melihat SOP," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement