nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mandi Kelamaan, Nenek Harni Tewas Dianiaya Cucunya

Selasa 26 November 2019 16:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 26 512 2134673 mandi-kelamaan-nenek-harni-tewas-dianiaya-cucunya-aWvAA2yFC5.jpg Ilustrasi Mayat (foto: Shutterstock)

SALATIGA - Seorang cucu di Salatiga, Jawa Tengah, tega menghabisi nyawa neneknya, Harni (60). Warga menemukan nenek Harni dalam kondisi sekarat, terkapar di lantai rumahnya, Klampeyan, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, Jawa Tengah, pada Senin 25 November 2019.

Saat ditemukan, nenek Harni terlihat mengalami luka di bagian mulut dan wajah. Selanjutnya korban dilarikan ke RSPAW dr Ario Wirawan, Salatiga. Namun nyawanya tak tertolong saat menjalani perawatan medis.

Baca Juga: Diduga Depresi, Pria Ngamuk Lalu Tikam Bocah Perempuan di Masjid 

Diduga, korban dianiaya oleh kerabatnya, DAS (25), warga Jagalan, Kelurahan Cebongan, Kecamatan Argomulyo. Pelaku yang masih terbilang cucu korban dan mengalami gangguan mental ini menganiaya neneknya lantaran emosi.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Kasubbag Humas Polres Salatiga AKP Joko Lelono mengatakan, kejadian ini pertama kali diketahui oleh Partinah (50) yang tinggal satu rumah dengan korban. Saat itu, Partinah pulang dari bekerja dan mendapai korban tergelatak dilantai dan merintih kesakitan.

"Saksi kemudian meminta tolong tetangga untuk menolong korban. Selanjutnya korban dibawa ke RSPAW dr Ario Wirawan. Setibanya di rumah sakit, korban langsung mendapatkan perawatan medis. Namun sekira pukul 17.00 WIB, korban dinyatakan meningga dunia," kata Joko seperti dikutip Sindonews, Selasa (26/11/2019).

Sebelum kejadian, pelaku terlihat berada di depan rumah korban bersama sejumlah tetangga. "Sebelum Partinah berangkat kerja, saksi ini melihat pelaku berada di depan rumah bersama tetangganya. Kemudian saksi berangkat kerja dan ketika pulang mendapat korban sudah tergelatak dan merintih kesakitan akibat wajahnya terluka," urainya.

Kapolsek Argomulyo AKP Moch Zazid menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, pelaku memang mengalami gangguan mental. Korban sering meledak emosinya jika ada hal yang dirasa mengejek dirinya.

"Informasinya, korban sedang mandi dan saat itu pelaku juga hendak mandi. Namun karena dianggap terlalu lama mandinya pelaku akhirnya emosi dan menganiaya korban," kata Zazid.

Baca Juga: Cekcok Mulut, Seorang Pria Dibacok Adik Kandungnya hingga Tewas 

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga korban menerima hal tersebut sebagai musibah dan tidak akan menuntut pelaku yang memang sudah dikenal baik seluruh keluarganya. Seikap pihak keluarga tersebut dituangkan dalam surat pernyataan.

Kapolres AKBP Gatot Hendro Hartono menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menindaklanjuti kasus ini. "Ini kami lakukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi dikemudian hari," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini