nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum Diduga Tipu Kontraktor hingga Miliaran Rupiah

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 15:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 26 525 2134652 wagub-jabar-uu-ruzhanul-ulum-diduga-tipu-kontraktor-hingga-miliaran-rupiah-BgMHqp9g5N.jpg Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum Dilaporkan ke Polda Jabar Diduga Terkait Kasus Penipuan saat Jabat Bupati Tasikmalaya (foto: Okezone/CDB Yudistira)

BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, diduga melakukan penipuan belasan proyek saat menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya.

Tak tanggung-tanggung, UU diduga melakukan penipuan hingga Rp3,9 miliyar. Seorang arsitek atau kontraktor yang menjadi korban dugaan penipuan bernama Budi Santoso melaporkannya ke Polda Jabar.

Baca Juga: Wagub Jabar Minta HIPMI Bantu Pemerintah untuk Cetak Pengusaha Baru 

Laporannya dilakukan pada tahun 2018 kemarin. Namun kasusnya sempat dihentikan, karena tidak cukup alat bukti. Budi pun kembali bukti baru untuk membongkar dugaan penipuan yang dilakukan Uu.

"Kita sekarang punya data terbaru," ucap Herry Kurniawan kuasa hukum Budi Santoso di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (26/11/2019).

Budi menuturkan, penipuan yang diduga dilakukan UU. Berawal saat 2017 lalu, UU yang menjabat Bupati Tasikmalaya, menunjuk Budi dengan surat keterangan (SK) Bupati Tasikmalaya untuk merenovasi 13 proyek di Kabupaten Tasikmalaya.

Adapun proyek itu diantaranya renovasi Masjid Agung Baiturrahman, renovasi islamic center, kantor yayasan Ar-Ruzhan, rest area di Gentong, landmark bertuliskan 'Allah Maha Besar' di Jalan Ciawi hingga rumah tinggal pribadi.

"Kita mendesain semua detail enginering desain (DED), gambarnya sudah lengkap dan produknya mereka terima tapi tak ada satu pun yang dibayar. Nilainya Rp 3,9 miliar," ucap Budi.

Begitu proyek selesai, SK yang telah diberikan UU kepada Budi, kemudian dicabut. Padahal, Budi sudah mengeluarkan dana pribadinya untuk menyelesaikan proyek tersebut.

UU beralasan proyek tersebut bakalan diberikan kepada kontraktor lain. Bahkan UU pun menyangkal pemberian SK tersebut kepada Budi.

"Dana yang dikerjakan itu, yah dana pribadi saya. Tapi malah saat kita minta hasil kerja tidak diberikan sama sekali. Malah menyangkal," katanya.

Baca Juga: Ngaku Polisi, 2 Pria Ini Kerap Peras Warga 

Pihak Polda Jabar dalam hal ini Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyebutkan penyidik kepolisian akan menguji terlebih dahulu barang bukti terbaru yang diajukan pelapor.

"Kita lihat bukti kongkretnya bagaimana. Kalau sekarang bawa bukti baru membuka perkara tersebut, itu otoritas pada penyidik," kata Truno.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini