nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Orangutan Alami Kebutaan Usai Tertembak 24 Peluru

Windy Phagta, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 18:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 27 340 2135188 orangutan-alami-kebutaan-usai-tertembak-24-peluru-QwFQTqbQe0.jpg Orangutan saat Dievakuasi (Foto: Okezone/Windy)

BANDA ACEH - Seekor orangutan dievakuasi oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari - Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) dari kawasan hutan Desa Gampong Teungoh, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan, Aceh.

Orangutan jantan tersebut mengalami luka tembakan senapan angin, 24 peluru bersarang ditubuhnya, kondisinya diperparah dengan mengalami kedua bola mata yang buta.

Orangutan tersebut dievakuasi ke Stasiun Karantina Orangutan Batu Mbelin Sibolangit, Sumatra Utara, untuk menjalani perawatan. Orangutan jantan yang berusia 25 tahun ini diberi nama Paguh.

Menurut dokter hewan Stasiun Karantina Sibolangit, drh. Meuthya Sr, terdapat 24 peluru ditubuh orangutan malang tersebut, tiga peluru yang bersarang dikepalanya telah dikeluarkan.

"Dari hasil X-Ray juga teridentifikasi 24 peluru yang tersebar di seluruh tubuhnya, di mana 16 peluru di bagian kepala, 4 peluru di bagian kaki dan tangan, 3 peluru di daerah panggul dan 1 peluru di daerah perut," kata Meuthya, kepada awak media, Rabu (27/11/2019).

orang

Baca Juga: Kisah Haru Lepasnya Rantai di Leher Kenaya, Anak Orangutan yang Dipelihara Ilegal

Hal ini bukan kasus pertama orangutan menjadi target penembakan dengan senapan angin. Pada 10 Maret 2019, orangutan Hope dan satu anaknya dievakuasi setelah habitatnya menjadi kebun kelapa sawit di Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam.

Kala itu, 74 peluru bersarang di tubuh Hope. Sementara anaknya mati dalam perjalanan menuju Sibolangit.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, mengajak semua pihak untuk melestarikan satwa liar seperti orangutan, populasi orangutan hanya tersisa sekitar 13.400 orangutan Sumatera di alam liar.

"Ketiga spesies orangutan terdaftar sebagai sangat terancam punah oleh International Conservation Union (IUCN) dalam “Daftar Merah Species Terancam,” kata dia.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini