Kota Bandung Belum Siap untuk Penerapan Aturan Jalur Sepeda

CDB Yudistira, Okezone · Rabu 27 November 2019 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 27 525 2135002 kota-bandung-belum-siap-untuk-penerapan-aturan-jalur-sepeda-lOalPvx8D9.jpg Pengendara motor ketika menerobos jalur sepeda di Jalan Cideng Raya (foto: Okezone.com/Sarah)

BANDUNG - Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan penilangan bagi pengendara kendaraan bermotor yang melintas di jalur sepeda. Aturan tersebut mulai berlaku pada Senin 25 November 2019 lalu.

Namun, untuk di Kota Bandung sendiri, penerapan sanksi bagi para pengendara bermotor yang melewati jalur sepeda belum dapat diterapkan. Hal itu dikatakan oleh Kasat Lantas Polrestabes Bandung, Kompol Catur Bayu Prabowo.

 Baca juga: Terobos Jalur Sepeda, 149 Kendaraan Kena Tilang

Menurutnya, dengan adanya aturan pengendara untuk tidak menggunakan jalur sepeda pihaknya mendukung hal tersebut. Namun, kondisi luas ruas jalan di Kota Bandung, dikatakannya belum memungkinkan untuk diterapkannya aturan tersebut.

"Beberapa ruas jalan di Bandung sudah ada jalur sepeda, tapi yang jadi catatan bahwa jalur sepeda yang ada pun sudah otomatis mengurangi kapasitas kendaraan yang melewati jalanan itu," kata Bayu saat dikonfirmasi, Rabu (27/11/2019).

 Jalur sepeda

"Contohnya misalnya di seputaran Saparua, itu dibuat jalur sepeda tetapi akhirnya jalan yang tadinya untuk dua kendaraan ditambah jalur sepeda jadi tidak bisa dua kendaraan melewati jalan itu, sehingga mau tidak mau pengendara mengunakan jalur sepeda. Itu masalah di kota Bandung," sambung dia.

 Baca juga: Sanksi Tilang Penyerobot Jalur Sepeda Dinilai Kurang Tepat, Ini Alasannya

Bayu menyebut, sementara waktu ini pada aturan yang ada, pihaknya tetap akan mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Maka dari itu penerapan pelanggaran akan dikenakan kepada setiap pelanggar marka jalan.

"Kita tetapkan sanksi hukumnya apabila marka jalannya apabila dilanggar," pungkasnya.

Perlu diketahui, sejak 25 November 2019, kendaraan roda dua maupun roda empat dilarang untuk menggunakan jalur sepeda. Hal tersebut telah diatur di dalam UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada Pasal 284 tentang hak utama pejalan kaki dan peseda serta Pasal 287 Ayat 1 tentang pelanggaran rambu atau marka jalan. Sanksinya untuk para pelanggar akan dikenakan denda sebesar Rp500 ribu atau pidana maksimal dua bulan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini