nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggota Parlemen Jepang Kenakan Helm Plastik saat Simulasi Bencana Gempa Bumi

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 18:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 28 18 2135595 anggota-parlemen-jepang-kenakan-helm-plastik-saat-simulasi-bencana-gempa-bumi-HmNCLAUzoV.jpg Anggota parlemen Jepang mengenakan topi plastik mengambil bagian simulasi bencana gempa bumi. (Foto/Reuters)

TOKYO – Sejumlah politisi Jepang mengenakan helm plastik lipat saat simulasi bencana gempa bumi.

Gambar video yang disiarkan di televisi menunjukkan Menteri Keuangan Taro Aso dan Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi mengenakan tutup kepala plastik yang dapat dilipat.

Latihan penanganan gempa di majelis rendah parlemen Jepang, itu merupakan yang kedua sejak diperkenalkan pada 2017. Penutup kepala tersebut disimpan di bawah kursi anggota.

Latihan bencana merupakan hal yang umum di sekolah-sekolah Jepang, di mana gempa bumi kerap terjadi di negara pulau tersebut.

Gempa berkekuatan 9,0 pada Maret 2011 menyebabkan tsunami besar yang menewaskan hampir 20.000 orang dan memicu krisis nuklir Fukushima.

"Kau tidak pernah tahu kapan bencana akan terjadi," kata Tadamori Oshima, ketua majelis rendah, melansir Daily Mail, Kamis (28/11/2019) yang mengenakan salah satu helm putih dengan tali pengikat abu-abu mirip tutup kepala samurai.

"Aku ingin kau selalu waspada."

Baca juga: Perempuan Jepang Dilarang Memakai Kacamata di Tempat Kerja

Baca juga: Baru Menjabat, Menteri Perdagangan Jepang Mundur Karena Hadiah untuk Konstituennya

Foto/Reuters

Perilaku anggota parlemen mendorong beberapa pengguna Twitter mempertanyakan apakah mereka menganggap enteng masalah hidup dan mati.

Meskipun mendapat instruksi tentang cara membuka dan mengenakan helm, setidaknya satu anggota parlemen mengenakannya dari depan ke belakang. Yang lain membutuhkan bantuan petugastangan.

Beberapa pengguna Twitter menyebut kesembronoan anggota parlemen.

"Pembicara (dari majelis rendah) sedang berbicara tentang siaga, tetapi yang lain tertawa," kata seorang.

'Sebelum melindungi diri mereka sendiri, mereka harus melindungi kehidupan manusia," keluh lainnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini