nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demi iPhone, Perempuan di Vietnam Tega Tukarkan Cucu Tetangganya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 09:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 28 18 2135743 demi-iphone-perempuan-di-vietnam-tega-tukarkan-cucu-tetangganya-egZC7RnuRu.jpg Foto: Reuters.

KITA tahun bahwa ponsel iPhone dari Apple merupakan sebuah produk yang digandrungi, sampai-sampai banyak yang mengantre selama berjam-jam untuk membelinya. Tetapi, keinginan seorang wanita Vietnam untuk membeli ponsel iPhone 11 membuatnya melakukan hal yang tak terpikirkan: menjual cucu tetangganya sendiri.

Thai Thi Bich Hanh ditahan oleh polisi di Provinsi An Giang pada 16 November karena menjual seorang gadis berusia dua tahun kepada seorang teman yang ia temui online. Menurut laporan media setempat, gadis itu tinggal bersama neneknya, yang merupakan pengasuh utamanya, tetapi kadang-kadang Thai mengawasi anak itu.

Perempuan berusia 42 tahun itu sedang bermain dengan gadis itu saat melakukan percakapan video dengan temannya, Tran Tuan Vinh, 29 tahun, ketika Tran mengomentari betapa lucunya anak itu. Mendengar komentar itu, Thai kemudian menyusun rencana untuk menjual gadis kecil tersebut kepada Tran, memberitahunya bahwa ayah gadis itu telah meninggalkannya dan ibunya kecanduan judi.

Dia bahkan menambahkan bahwa gadis itu akan dikirim ke kuil untuk hidup di sana.

Melihat bahwa Tran bersimpati pada "keadaan" gadis itu, Thai menawarkan untuk membawa gadis itu dengan imbalan iPhone 11 baru, yang dijual dengan harga VND22 juta (sekira Rp13,3 juta) di reseller resmi di Vietnam, demikian diwartakan AsiaOne.

Pada 31 Oktober, Thai memberi tahu nenek gadis itu bahwa dia akan mengajaknya bermain, namun pada kenyataannya dia membawa balita itu ke Tran, yang memberinya ponsel iPhone 11 yang diminta dan tambahan satu setengah juta VND untuk menutup ongkos taksi.

Thai kemudian pura-pura tidak tahu keberadaan gadis itu dan bahkan melaporkan anak itu hilang ke polisi, mengklaim bahwa dia telah meninggalkannya di rumah dan pergi bekerja.

Namun, dia kemudian mengakui perbuatannya ketika polisi menjadi curiga setelah menemukan inkonsistensi dalam kesaksiannya. Pada 3 November, polisi melacak gadis itu di kediaman Tran dan mempersatukannya kembali dengan neneknya.

Di bawah hukum pidana Vietnam, mereka yang melakukan pertukaran secara menipu curang atau melibatkan anak-anak menghadapi hukuman antara tiga dan 10 tahun penjara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini