nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bercanda Bawa Bom, 2 Penumpang Pesawat AirAsia Diperiksa Petugas

Kuntadi, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 21:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 06 510 2138980 bercanda-bawa-bom-2-penumpang-pesawat-airasia-diperiksa-petugas-oGZpTPpnox.jpg Pesawat AirAsia (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Dua penumpang pesawat AirAsia QZ 8441 dengan rute Yogyakarta-Denpasar, diamankan petugas bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Salah satu di antaranya mengaku membawa bom di dalam pesawat. Akibatnya, penerbangan pesawat ini harus ditunda untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan, peristiwa tersebut tejadi sekitar pukul 8.15 WIB. Saat itu, petugas Aviation Security mendapat laporan dari Cabin dan Air Crew pesawat AirAsia tersebut. Pramugari yang sedang bertugas mendapati seorang penumpang yang mengaku membawa bom. 

"Salah satu pramugari itu mendapati penumpang yang mengatakan membawa barang berupa bom kepada rekannya," ujar Pabdu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/12/2019).

AirAsia Foto Ist

Percakapan ini terjadi sesaat kru pesawat menutup pintu untuk persiapan take off. Lantaran ada percakapan itu, pramugari melaporkan kepada kapten pilot dan aviation security untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Bercanda Bawa Bom, Penumpang Citilink di Bandara Adi Soemarmo Diamankan Polisi

Petugas selanjutnya mengamankan penumpang dengan inisial TH dan satu orang rekannya. Keduanya menjalani pemeriksaan di aviation Security AirAsia. Petugas juga melakukan pemeriksaan ulang kepada semua penumpang pesawat tersebut dan bagasi. Setelah semuanya dinyatakan clear dan aman pesawat diperkenankan berangkat pukul 09.30 WIB.

"Dua penumpang ini tidak boleh terbang dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Airport Security Investigation Team Leader," ujarnya.

Pelaku bisa dikenai sanksi karena melanggar regulasi yakni Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Pada Pasal 437 di mana menyampaikan informasi palsu, bergurau atau mengaku-aku menbawa bom di bandara dan di pesawat dapat dikenakan pidana penjara.

"Kamu mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jasa bandara khususnya, agar tidak melakukan candaan bom di pesawat maupun lingkungan publik. Karena tindakan tersebut melanggar regulasi dan dapat dijatuhkan sanksi," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini