nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Candaan Penumpang Pesawat AirAsia Bawa Bom

Kuntadi, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 22:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 06 510 2138992 kronologi-candaan-penumpang-pesawat-airasia-bawa-bom-3Pch4CmfOT.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

YOGYAKARTA - Pesawat AirAsia Nomor Penerbangan QZ 8441 rute penerbangan Yogyakarta-Denpasar terpaksa ditubda penerbangannya menyusul adanya candaan dari salah satu penumpang berinisial TH kepada rekannya yang disampaikan kepada pramugari jika membawa bom sesaat sebelum pesawat lepas landas, Jumat (6/12/2019).

General Manager (GM) Bandara International Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama menceritakan candaan penumpang membawa bom ini terjadi sesaat setelah door close pesawat. Saat itu pesawat hendak push back.

AirAsia

Saat itulah penumpang dengan inisial TH bercanda kepada crew pesawat jika membawa bom. Pramugari yang mendapatkan laporan ini kemudian meneruskan kepada kapten pilot.

"Saat itu sudah door close dan tengah push back. Crew dalam posisi onboard mendapatkan candaan dari penunpang jika membawa bom," kata Pandu, Jumat (6/12/2019).

Mendapatkan laporan rersebut, kapten pilot mengurungkan pesawat untuk take off. Sebanyak 163 penumpang kemudian diturunkan. Termasuk TH dan salah satu rekannya, yang kemudian digiring ke ruang Aviation Security untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan ulang terhadap penympang maupun barang bawaan yang dibawa penumpang di dalam bagasi. "Seluruh penumpang diturunkan dan bagasi dalam kabin juga diperiksa ulang di SCP (Screening Check Point) 2 Terminal B," ujar Pandu.

Dari pemeriksaan, TH mengaku membawa bom hanya bercanda saja. Apalagi ketika dilakukan pemeriksaan hasilnya juga negatif. Penumpang kemudian melakukan bording lagi dan dinyatakan clear baru pesawat bisa diterbangkan.

Baca Juga : Bercanda Bawa Bom, 2 Penumpang Pesawat AirAsia Diperiksa Petugas

Baca Juga : Polda Jatim Sita Rp2,6 Miliar dari Rekening Pacar Otak Kasus Spamming

Atas ulahnya, TH dan rekannya tidak diperkenankan terbang dalam pesawat tersebut. Dari 163 daftar manifest pesawat hanya 161 yang bisa melanjutkan penerbangan. TH dan rekannya juga bisa menerima sanksi yang diberikan oleh petugas.

Atas permasalahan ini, kasus ini akan dilaporkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditjen Perhubungan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini