48 Orang Keracunan Usai Menyantap Nasi Bancakan

Erie Prasetyo, Okezone · Minggu 08 Desember 2019 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 08 608 2139351 48-orang-keracunan-usai-menyantap-nasi-bancakan-QjOe63xeMf.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

MEDAN – Sebanyak 48 orang diduga keracunan usai menyantap bancakan acara syukuran kelahiran seorang anak di Desa Lubuk Palas, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Kejadian itu bermula pada Jumat 6 Desember 2019 sekira pukul 19.00 WIB. Warga Dusun 3, 4, 5 Desa Lubuk Palas menerima nasi bancakan yang diterima dari salah satu keluarga untuk syukuran atas kelahiran putranya.

Gejala keracunan diduga dari makanan Bancaan mulai dirasakan warga Pukul 23.00 WIB. Karena larut malam, banyak warga yang menahan efek keracunan sakit perut dan pusing.

 Baca juga: Ratusan Buruh Diduga Keracunan karena Makan Ikan Tongkol

Besoknya, warga yang masih merasa sakit berobat ke tenaga medis yang ada di sekitar Desa. Namun hingga Sabtu pukul 18.00 WIB warga masih merasa sakit.

Kemudian kejadian itu dilaporkan ke Kepala Desa Lubuk Palas dan lalu dilaporan ke Camat Silau Laut. Dari data yang tercatat, sebanyak 48 orang yang mengalami gejala keracunan.

Setelah itu, perangkat desa dan kecamatan mengevakuasi warga menuju puskesmas terdekat dan RSUD HAMS Kisaran.

 Baca juga: Korban Keracunan Hajatan Terus Bertambah, 39 Orang Dirawat hingga ke Rumah Bidan

Selanjutnya Tim BPBD bersama jajaran Pemkab Asahan menerima 21 korban keracunan yg didampingi keluarganya di IGD RSHAM Kisaran pada pukul 20.48 WIB. Dan korban keracunan lainnya dirawat di Puskesmas Binjai Serbangan dan Puskesmas Lubuk Palas.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Asahan, Khaidir Sinaga mengatakan jumlah korban diperkirakan mencapai 48 orang. Di antara para korban terdapat ibu hamil dan bayi di bawah lima tahun.

“Warga yang terdampak keracunan sebagian masih dalam observasi dan perawatan intensif di ketiga fasilitas kesehatan. Sebagian sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing,” terang Khaidir Sinaga, Minggu (8/12/2019).

Tim dari BPBD dan jajaran Pemkab Asahan sempat mengalami kendala evakuasi warga yang diduga jadi korban keracunan. Kendala itu yakni jarak lokasi kejadian yang cukup jauh, keawaman masyarakat akan gejala keracunan dan kekhawatiran masyarakat untuk berobat.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini