nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerombolan Pengacara Serbu Rumah Sakit di Pakistan, Sebabkan Sedikitnya 3 Korban Tewas

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 14:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 12 18 2141068 gerombolan-pengacara-serbu-rumah-sakit-di-pakistan-sebabkan-sedikitnya-3-korban-tewas-MOX4eSJlxU.jpg Seorang pengacara berjas melemparkan obyek ke arah polisi dekat kendaraan yang terbakar di Rumah Sakit Institut Kardiologi Punjab di Lahore, Pakistan, 11 Desember 2019. (Foto: Reuters)

LAHORE - Sedikitnya tiga pasien terbunuh setelah gerombolan pengacara yang mengenakan setelan bisnis mengepung sebuah rumah sakit di Pakistan, menyerbu gedung dan menyerang staf dan pasien. Kerumunan itu akhirnya dibubarkan oleh gas air mata polisi.

Massa yang marah menyerbu ke Institut Kardiologi Punjab di Lahore pada Rabu, menyerang hampir semua orang yang mereka lihat. Para pengacara menggeledah bangsal rumah sakit, sehingga memaksa staf untuk meninggalkan pasien tanpa pengawasan, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. 

RT, Kamis (12/12/2019) melaporkan jumlah korban tewas dalam kerusuhan itu kemungkinan meningkat dari tiga korban yang diakui secara resmi. Asosiasi Dokter Muda Pakistan mengklaim bahwa hingga 12 orang mungkin telah kehilangan nyawa mereka.

Meskipun masih belum jelas apa yang memicu kerusuhan besar-besaran seperti itu, beberapa laporan menduga insiden tersebut dipicu oleh video viral yang menampilkan seorang dokter "mengolok-olok" seorang pengacara yang menuntut perawatan prioritas.

Rekaman dramatis dari serangan itu muncul di media sosial, menunjukkan kerumunan pria yang mengenakan setelan dan dasi saat mereka mendekati rumah sakit. Bentrokan pecah ketika orang-orang di sekitar rumah sakit berusaha menghentikan kelompok itu.

Video: YouTube/Bilal Mobeen.

Video-video lain menunjukkan staf rumah sakit melempari para penyerang dengan batu dari atap ketika ara pengacara berusaha menyerbu gedung.

Menteri Informasi dan Kebudayaan Provinsi Punjab, Fayyaz Chohan, juga terperangkap dalam keributan ketika ia tampaknya berusaha menenangkan situasi. Polisi akhirnya menghentikan kekerasan dengan menembakkan gas air mata ke arah massa.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini