nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Ujian Siswa SD di Solok Diduga Menghina Nabi Muhammad

Rus Akbar, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 13:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 12 340 2141032 soal-ujian-siswa-sd-di-solok-diduga-menghina-nabi-muhammad-6wGVTXnG99.jpg (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

SOLOK - Soal ujian Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Solok, Sumatra Barat diduga menghina Nabi Muhammad SAW. Soal pilihan ganda mata pelajaran pendidikan agama Islam itu, diketahui untuk ujian semester 1 yang disebar ke SD di Kecamatan Junjung Sirih.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Zulkisar mengatakan, diduga ada kekeliruan pembuat soal ujian kelas IV untuk SD itu.

"Soal ujian itu, begitulah kejadiannya. Tapi dari naskah asli tidak kayak begitu sebenarnya. Kita masih melakukan pemeriksaan dari mana asal kekeliruan tersebut, apakah ada yang main-main mengubah soal tersebut," katanya, Kamis (12/12/2019).

Foto: Istimewa

Menurut Zulkisar soal ujian mata pelajaran agama Islam yang keliru itu pada nomor 13, yang sebenarnya berbunyi “selaku umat Nabi Muhammad SAW, sebaiknya meneladani sikapnya. Sebagai pelajar, yang tidak patut kita contoh dari pernyataan di bawah ini adalah?”

A. Malas Belajar

B. Mengerjakan tugas belajar.

C. Menjaga nama baik sekolah dan guru, dan

D. Menjaga nama baik orang tua.

Sedangkan naskah yang beredar adalah “Sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani?”

A. Malas Belajar

B. Mengerjakan tugas belajar.

C. Menjaga nama baik sekolah dan guru, dan

D. Menjaga nama baik orang tua.

"Itu tidak nyambung di naskah yang beredar. Jadi di naskah asli tidak ada pelecehan terhadap Nabi. Jadi sekarang kami selidiki dulu di mana salahnya," katanya.

Soal tersebut telah terlanjur beredar di 16 SD di Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok. Ujian semester 1 itu berlangsung pada tanggal 9 Desember 2019.

Zulkisar menambahkan, saat ini pihaknya sudah melanjutkan laporan kejadian ini kepada Bupat Solok. Nantinya akan diteruskan lagi ke Inspektorat Pendidikan.

"Saya sudah memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan soal. Seperti pengawas, kepala sekolah, tim guru, dan oknum yang memposting kekeliruan soal ini pertama kali di Facebook. Ada delapan orang dipanggil, tapi belum terungkap di mana letak kekhilafannya," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini