Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polri: Demokrasi RI Naik Kelas dan Dihargai Dunia

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Jum'at, 13 Desember 2019 |22:45 WIB
Polri: Demokrasi RI Naik Kelas dan Dihargai Dunia
Wakil Kepala Satgas Nusantara Polri Brigjen Fadil Imran (Foto: Putra R)
A
A
A

BOGOR - Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 telah dilalui. Indonesia berhasil melewati ujian demokrasi yang kompleksitasnya tinggi.

Wakil Kepala Satgas Nusantara Polri, Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, keberhasilan tersebut membuat Indonesia dihargai dunia. Hal itu cukup menjadi alasan kalau demokrasi di Indonesia naik kelas.

Kompleksitas Pemilu 2019 itu jelas terlihat, di mana pemilu digelar serentak dengan lima jenis surat suara. Ada sekira 800 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang harus membuat proses penghitungan suara ada yang baru selesai hingga berhari-hari.

Baca Juga: Korlantas Polri Kerahkan 160 Ribu Personel Amankan Libur Nataru

Ditambahkan Fadil, belum lagi tensi politik yang sangat tinggi hingga terjadinya polarisasi karena perbedaan calon presiden yang didukung.

"Namun, bangsa Indonesia berhasil melewatinya dengan baik sehingga terpilih pemimpin negeri yang legitimate. Yang menggembirakan, kedua calon presiden berupaya keras menghapus polarisasi dengan melakukan rekonsiliasi dan terbukti efektif mendinginkan suhu politik," kata Fadil, Jumat (13/12/2019).

Fadil Imran Foto: Ist

Di acara Latihan Kepemimpinan Bangsa angkatan ke-6 yang digelar DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) di Bogor, Fadil membandingkan situasi demokrasi di Tanah Air dengan negara lain, seperti Venezuela, Bolivia, hingga Hong Kong. Bahkan, di Hong Kong situasi politiknya masih belum terkendali.

"Jadi, negara kita ini luar biasa hebat dalam menerapkan demokrasi. Itulah kenapa saya sering bilang demokrasi kita sudah naik kelas dan dihargai dunia," ujarnya.

Baca Juga: Komisi III DPR Siap Bersinergi dengan Kabareskrim Baru

Fadil menegaskan, generasi muda agar mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045 dengan mengembangkan kualitas diri. Pada 2045, Indonesia diprediksi bakal menjadi negara yang diperhitungkan.

"Kalau demokrasi kita sehat, social engineering kuat, dan hukum juga kuat, maka kita juga akan menjadi negara kuat," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement