Komite Parlemen AS Setujui Dua Pasal Pemakzulan Trump

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 14 Desember 2019 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 14 18 2141841 komite-parlemen-as-setujui-dua-pasal-pemakzulan-trump-DXtbeFE9Ez.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON - Komite Kehakiman DPR Amerika Serikat (AS) telah menyetujui dua dakwaan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, yang mendorong proses menuju pemungutan suara penuh DPR.

Artikel-artikel pemakzulan yang didukung oleh Partai Demokrat dan ditentang oleh Partai Republik, diperkirakan akan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang dikendalikan Demokrat dalam pemungutan suara pekan depan, di mana Trump akan menjadi Presiden AS keempat yang menghadapi pemakzulan.

BACA JUGA: Nancy Pelosi: DPR AS Akan Ajukan Dakwaan Pemakzulan Terhadap Trump

Persidangan di DPR pada Jumat hanya berlangsung selama sekira sepuluh menit sebelum dua pasal pemakzulan, yaitu penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres, disahkan oleh 23 suara berbanding 17.

Pemungutan suara itu semula diperkirakan akan terjadi pada Kamis, tetapi ditunda setelah lebih dari 14 jam perdebatan sengit. Partai Republik mengkritik keputusan itu oleh Ketua Partai Demokrat Jerry Nadler, menuduhnya mendorong kembali pemungutan suara untuk memastikan lebih banyak liputan TV.

Pimpinan Partai Demokrat AS, Jerry Nadler. (Getty Images)

Dalam pasal penyalahgunaan kekuasaan, Trump dituduh meminta sebuah negara asing untuk membantunya secara politis dengan mencoba memaksa Ukraina untuk meluncurkan penyelidikan korupsi terhadap saingan politiknya, Joe Biden, seorang calon presiden dari Partai Demokrat.

Dia juga dituduh menghalangi Kongres karena gagal bekerja sama dengan penyelidikan DPR.

Tokoh-tokoh Partai Demokrat terkemuka menyetujui pasal-pasal pemakzulan yang dijelaskan lebih dari sembilan halaman. Mereka mengatakan bahwa Trump "mengkhianati bangsa" dengan bertindak "korup".

Nadler membuat pernyataan singkat kepada wartawan setelah pemungutan suara, menyebutnya sebagai "hari yang sungguh-sungguh dan menyedihkan" dan berjanji bahwa DPR akan "bertindak cepat".

Tetapi anggota Kongres dari Partai Republik Matt Gaetz mengatakan: "Untuk Demokrat, pemakzulan adalah narkoba mereka."

BACA JUGA: Faksi Republik Rencanakan Pembelaan Kuat Menentang Pemakzulan Donald Trump

Berbicara dari Ruang Oval Gedung Putih bersama presiden Paraguay, Trump menyebut proses pemakzulannya sebagai "perburuan penyihir", "penipuan" dan "hoaks". Dia mengatakan Demokrat "meremehkan pemakzulan" dan menambahkan bahwa mereka "menjadikan diri mereka sendiri sebagai bahan tertawaan."

"Ini hal yang menyedihkan bagi negara ini, tetapi tampaknya sangat baik bagi saya secara politis," tambahnya sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (14/12/2019).

Setelah semua tahap, mulai dari persidangan, pidato dari parlemen sampai disetujuinya pasal pemakzulan oleh Komite Kehakiman telah dilalui, yang menghalangi antara antara Trump dan persidangan pemakzulan Senat hanyalah dua suara oleh Dewan Perwakilan penuh: satu suara untuk masing-masing pasal pemakzulan.

Pertikaian yang akan terjadi di DPR pekan depan ditakdirkan untuk menjadi urusan partisan, karena semua yang tampak pada sidang Jumat. Partai Republik, yang anggota parlemennya menipis karena kalah dalam pemilihan, akan tetap bersatu. Sementara beberapa anggota Demokrat mungkin goyah, itu tidak akan cukup untuk menghentikan yang tampaknya tak terhindarkan.

Anggota parlemen AS dari Partai Demokrat Pramita Jayapal. (Getty Images)

Demokrat akan membingkai upaya pemakzulan sebagai langkah yang menyedihkan, tetapi diperlukan, untuk menghadapi presiden jahat. Sementara Trump akan menyarankan langkah Demokrat sebagai upaya terbaru kekuatan status quo untuk memblokir gerakan populisnya.

Setelah pengambilan suara di DPR pekan depan, Senat AS diperkirakan akan mengadakan persidangan bulan depan untuk menindaklanjuti tuduhan itu dan kemungkinan besar akan membebaskan presiden. Partai Republik yang memegang kekuasaan di majelis tampaknya mendukung pemungutan suara cepat, membatasi keriuhan politik yang telah terjadi.

Pada Kamis, Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan kepada Fox News bahwa “tidak ada peluang” bahwa Trump akan dicopot dari jabatannya oleh anggota parlemen senat. Dia menambahkan bahwa senator Republik akan bekerja sangat erat dengan pengacara Gedung Putih untuk merencanakan strategi hukum.

"Semua yang saya lakukan selama ini, saya berkoordinasi dengan penasihat Gedung Putih," katanya. “Tidak akan ada perbedaan antara posisi presiden dan posisi kita (Senat) tentang bagaimana menangani hal ini."

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini