JAKARTA - Baru-baru ini seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bengkulu (Unib), Wina Mardiani (20) ditemukan terkubur dengan kondisi kepala terbungkus karung dengan tangan dan kaki terikat di halaman belakang kosnya, pada Minggu 8 Desember 2019. Penemuan jasad gadis itu diketahui setelah ia menghilang selama 5 hari sejak Rabu, 4 Desember 2019.
Selain kasus pembunuhan Wina, Okezone mencoba merangkum kasus pembunuhan sadis dari berbagai sumber sepanjang 2019:
1. Tewasnya satu keluarga di Bengkulu
Satu keluarga ditemukan tewas bersimbah darah di Simpang Suban Air Panas, Kelurahan Talang Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu pada Sabtu 12 Januari 2019. Para korban diketahui bernama Hasnatul Laili (35), bersama dua orang anaknya, Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10).
Baca juga: Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Bengkulu
Ketiga jenazah itu pertama kali ditemukan oleh kakak korban Jumadi (40), saat akan mengantar pisang ke rumah korban sekira pukul 17.30 WIB. Jasad para korban itu ditemukan sudah dalam keadaan berlumuran darah dan ditutupi kain di kamar belakang rumah.
Dalam kasus itu, polisi menyita beberapa barang bukti seperti satu balok kayu yang diduga dijadikan pelaku untuk menghabisi nyawa korban hingga tewas. Tak lama kemudian polisi berhasil menangkap pelaku bernama Jamhari Muslim (33), yang tak lain adalah mantan suami korban, Hasnatul Laili, pada Senin 14 Januari 2019, sekira pukul 04.40 WIB.

2. Guru honorer korban mutilasi di dalam koper
Warga Karanggondang, Udanawu, kabupaten Blitar dihebohkan dengan penemuan mayat lelaki dalam koper pada Rabu 3 Maret 2019 dalam kondisi tanpa kepala. Korban diketahui bernama Budi Hartanto (28) yang berprofesi sebagai guru.
Jasad korban ditemukan mengenaskan dengan kondisi tanpa busana dan tanpa kepala, yang ditekuk dimasukkan ke dalam koper warna hitam di bawah jembatan Karanggondang, Blitar.
Baca juga: Polisi Cari Kepala Mayat dalam Koper di Blitar dan Dalami Motif Cinta Sejenis
Polisi menyebutkan kasus pembunuhan tersebut diduga mengarah pada perencanaan. Selain itu, penyidik juga menduga korban sempat melawan ketika akan dibunuh. Ini dilihat dari luka pada lengan korban. Di mana korban sempat menangkis senjata tajam, sebelum akhirnya sajam mengenai pada bagian tubuh yang mematikan, yakni leher.
Dalam kasus tersebut, polisi menangkap dua orang pelaku yakni masing-masing berinisial AP dan AJ, warga Kediri. Kedua pelaku ditangkap di tempat berbeda. AP ditangkap di Jakarta, sedangkan AJ di Kediri.