Ia menambahkan, MIT yang menggunakan strategi tamkin dalam melakukan terornya tidak akan mampu dihadapi Polri. Pasalnya, terorisme jenis ini organik dan bergerak secara teritorial.
"Polisi hanya bisa menangani teroris dinamik namanya, teroris tanzim, itu misalnya kelompok teroris di Padang kemudian operasinya di Medan, Aceh," papar dia.
Chaidar menambahkan, tewasnya seorang Brimob karena kelompok MIT ini karena ingin menunjukkan eksistensi dan momentum Natal dan tahun baru karena kelompok ini sangat sensitif soal agama.
"Iya (aksi teror ini) jelang Natal dan tahun baru karena memang selalu mereka sangat sensitif dengan isu agama karena mereka hidup di tengah-tengah situasi (Poso dulu)," tandasnya.
(Awaludin)