nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

GKR Hemas Heran Kejadian di Yogyakarta Selalu Jadi Viral

Kuntadi, Jurnalis · Senin 16 Desember 2019 16:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 16 510 2142529 gkr-hemas-heran-kejadian-di-yogyakarta-selalu-jadi-viral-ze3Iewc4JQ.jpg Permaisuri Keraton Yogyakarta GKR Hemas (foto: Okezone)

KULONPROGO – Permaisuri Keraton Yogyakarta GKR Hemas, heran mengapa kejadian negatif di wilayah DIY, cepat menjadi viral di media sosial? Baik kaitan dengan kasus kekerasan, klitih, hingga terakhir kasus terror bom molotov yang terjadi di Gamping, Sleman.

“Kenapa kalau di Yogyakarta yang tidak baik, itu akan jadi viral di dunia?” tanya GKR Hemas usai sosialisasi di Pemkab Kulonprogo, Senin (16/12/2019).

Baca Juga: Puslabfor Dikerahkan Ungkap Teror Bom Molotov Sleman 

GKR Hemas Dukung Ajang Miss World di Indonesia

Menurut dia, kejadian-kejadian tersebut sebenarnya masih dalam ambang batas normal. Buktinya, kasus kekerasan ataupun kriminal yang terjadi di Yogyakarta bisa dengan cepat diungkap petugas kepolisian. Namun, ketika ada kejadian yang kurang baik akan selalu viral di media sosial dan menjadi pemberitaan yang langsung menyebar.

“Itu kan gangguan biasa, polisi juga memiliki kesiapan,” terang anggota DPD RI perwakilan DIY ini.

Menghadapi natal dan tahun baru, GKR Hemas berharap suasana aman dan kondusif bisa terjaga. Jangan sampai ada lagi kasus kekerasan dan kriminal. Disinilai peran serta polisi dan TNI sangat diperlukan, dalam menjaga dan mewujudkan suasana keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Jajaran kepolisian dan TNI cukup untuk mengamankan,” jelasnya.

Baca Juga: Pria Diduga Abdi Dalem Kraton Yogyakarta Lecehkan Mahasiswi di Alun-Alun 

GKR Hemas melakukan sosialisasi terhadap revisi UU MD3 (MPR, DPR, DPD dan DPRD), ke Pemkab Kulonprogo untuk mendapatkan masukan terhadap permasalahan yang dihadapi di Kulonprogo. Pasca revisi MD3 ditetapkan banyak daerah yang terkendala dengan sistem penyusunan perda. Namun di Kulonprogo tidak ada masalahan dans emuanya bisa terselesaikan.

“Kita ingin masukan dari mereka, tetapi di Kulonprogo tidak ada masalah,” jelasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini