Densus 88 Tangkap 1 Warga Sleman

Kuntadi, Koran SI · Jum'at 20 Desember 2019 21:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 20 510 2144492 densus-88-tangkap-1-warga-sleman-Z9ZXce1IDX.jpg Densus 88 Antiteror Polri. (Ist)

SLEMAN – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap pria berinisial PO, warga Kutu Wates, Sinduadi, Mlati Sleman, Jumat (20/12/2019). Usai penangkapan sekitar 30-an personel Densus dengan menggunakan penutup muka melakukan penggeledahan di rumah PO. Hanya saja, dia tersangkut jaringan mana, warga tidak mengetahui.

“Saya tadi hanya diminta untuk menyaksikan penggeledahan,” kata Ketua RW 12 Kutu Ngemplak Nur Hidayat yang diminta menjadi saksi saat proses penggeledahan.

Menurutnya, usai salat Jumat dirinya bermaksud istirahat untuk tidur siang. Namun, ada dua orang yang mengaku dari Polda DIY datang dan mengetuk pintu rumahnya. Saat itu dia diminta untuk menyaksikan penggeledahan oleh Tim Densus di rumah PO yang satu komplek dengan sebuah Taman kanak-kanak.

“Ada dua orang yang datang dan langsung memboncengkan saya ke sana,” ujarnya.

Densus 88 Melakukan Penggeledahan di Daerah Kauman, Solo, Jateng (foto: Okezone/Bramantyo)

Saat itulah, rumah PO ini sudah dalam kondisi terkepung. Setidaknya ada 30-an personel Densus dengan berpakaian hitam dan mengenakan sebo. Penggeledahan dilakukan selama sekitar satu jam.

“Begitu ada dzan saya izin salat dan setelah itu saya tidak tahu lagi,” ucapnya.

Hingga kini warga belum tahu. dengan perkembangan informasi penangkapan warga yang memiliki satu orang istri dan dua anak perempuan dan satu laki-laki. Saat dilakukan penggeledahan PO sudah tidak ada hanya, istri dan kedua anak perempuan. Sedangkan anak laki-laki tidak berada di rumah karena pekan kemarin melaksanakan pernikahan.


Baca Juga : Densus 88 Geledah Rumah di Sleman, 1 Orang Ditangkap

Informasi yang beredar, PO ditangkap di Puskesmas Mlati. Setelah ditangkap langsung dibawa ke Polda untuk pemeriksaan.

“Katanya ditangkap pas di puskesmas,” ucapnya.

Hingga kini Polda DIY belum bisa dikonfirmasi. Seperti kasus sebelumnya, mereka tidak berani berkomentar karena bukan kewenangannya. Polda selama ini hanya melakuka backup pengamanan.

(erh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini