nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Salah Minum Cairan, Siswa SMA di Jember Meninggal ketika Ikut Diklatsar

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 22 Desember 2019 09:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 22 519 2144816 salah-minum-cairan-siswa-sma-di-jember-meninggal-ketika-ikut-diklatsar-FkpUMTVeTW.jpg Siswa SMA di Jember meninggal akibat salah minum cairan. (Foto: Polres Jember/Ist)

JEMBER – Seorang siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Jember bernama Raditya Attaya (19) meninggal ketika mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) di Gunung Suci, Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur. Ia wafat diduga mengalami keracunan setelah meminum minyak antikutu air yang ada di tasnya.

Dia bersama rombongan Organisasi Pencinta Alam SMAN 2 Jember berangkat menuju Perkebunan Sentool di kawasan Pegunungan Suci yang berada di Desa Suci.

Baca juga: Ratusan Warga Keracunan, Diduga Usai Santap Nasi Bungkus Pilkades 

Rombongan berangkat dari Jember sekira pukul 08.00 WIB. Kemudian menuju kawasan Perkebunan Sentool pada pukul 09.00 WIB.

Sore harinya, ia kehausan, lalu meminum cairan yang diambil dari dalam tasnya. Namun ternyata itu adalah cairan campuran minyak dan bawang yang biasa digunakan untuk antikutu air.

Usai meminum cairan tersebut, Raditya mengalami kejang-kejang dan pingsan. Lalu oleh rekan-rekannya sempat diselimuti, tapi tidak juga sadar. Mereka membawa Raditya menuju Balai Desa Suci.

Baca juga: Puluhan Santri di Karimun Keracunan Nasi Kotak 

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian siswa Kelas X SMAN 2 Jember meninggal dunia, yakni sekira pukul 16.30, Sabtu 21 Desember 2019.

"Kejadiannya Sabtu sore kemarin sekitar pukul 16.30 WIB laporannya. Korban awalnya kehausan, lalu mengambil minuman di tas ranselnya. Tapi yang diminum bukan air, melainkan cairan yang digunakan membersihkan kaki yang lecet dan kutu air," jelas Alfian Nurrizal saat dikonfirmasi, Minggu (22/12/2019).

Alfian menambahkan, usai mengalami kejang-kejang, rekan Raditya membawa korban turun menuju Balai Desa Suci, namun sampai di sana sudah meninggal. Selanjutnya jasad Raditya dibawa ke RSUD Dokter Soebandi untuk keperluan visum.

"Saat ini masih penyelidikan, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Yang jelas korban ini mengikuti kegiatan itu bersama 14 rekannya," pungkas dia.

Baca juga: 48 Orang Keracunan Usai Menyantap Nasi Bancakan 

Ilustrasi korban keracunan. (Foto: Shutterstock)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini