Lebih lanjut dia menekankan posisi Kapolda Metro Jaya adalah jabatan yang sangat strategis. Karenanya dia memandang Kapolri Jenderal Idham Azis telah melakukan penilaian yang objektif dan hati-hati sebelum memutuskan untuk menunjuk Irjen Nana sebagai Kapolda Metro Jaya.
“Ini jabatan yang sangat strategis, enggak bisa main-main. Jadi pasti Pak Kapolri juga sudah mempertimbangkan berbagai hal secara matang dan objektif. Selain itu, para polisi ini juga berjenjang kariernya. Jadi walaupun benar bahwa mereka pernah dinas di Solo, saya rasa semua Akpol juga kayaknya pernah dinas di sana,” tandasnya.
Baca Juga : Istana Bantah Jokowi Ingin Bentuk Geng Solo di Polri
Diketahui sebelumnya dalam Surat Telegram Kapolri ST/3331/XII/KEP/2019 yang diterbitkan Jumat 20 Desember 2019 berisikan rotasi beberapa Kapolda. Surat tersebut ditandatangni oleh AS SDM Polri Irjen Eko Indra Heri.
Kapolda Metro Jaya yang sebelumnya dijabat Irjen Gatot Eddy nantinya akan disii Irjen Nana Sujana yang sebelumnya menduduki Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB).
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.