Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sepanjang 2019, Bengkulu Diguncang 787 Kali Gempa

Demon Fajri , Jurnalis-Sabtu, 28 Desember 2019 |14:31 WIB
Sepanjang 2019, Bengkulu Diguncang 787 Kali Gempa
ilustrasi
A
A
A

Rincian gempa yang mengguncang 10 kabupaten/kota di Bengkulu itu, pada Januari sebanyak 105 kali gempa, Februari 96 kali, Maret 63 kali, April 61, Mei 48 kali, Juni 16 kali.

Lalu, pada Juli terjadi 56 kali gempa, Agustus 78 kali, September sebanyak 62 kali, Oktober 76 kali, November 68 kali, dan Desember 51 kali gempa.

Ilustrasi Shutterstock

Gempa di Bengkulu, sambungnya, disebabkan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia, yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia dan terjadi deformasi batuan hingga memicu terjadinya gempa.

Lalu, ada pula gempa yang disebabkan patahan lokal Sumatera yakni patahan Musi (Segmen Musi) yang terletak di Kabupaten Kepahiang, patahan Manna (Segmen Manna) yang terletak di Kabupaten Bengkulu Selatan, dan patahan Ketahun (Segmen Ketahun).

Karakteristik gempa bumi darat, sampai Sabar, biasa terjadi dengan kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa bumi di laut.

"Gempa paling banyak disebabkan lempeng subduksi di laut. Untuk yang di darat hanya sedikit," sampai Sabar.

Pelepasan energi gempa di kawasan Bengkulu tergolong normal. Selain itu, lempeng di Bengkulu terus bergerak dan melepaskan energi dalam bentuk gempa-gempa kecil sehingga tidak menyimpan energi signifikan yang dapat membuat rasa waswas masyarakat.

"Tidak ada gempa yang berdampak kerusakan cukup parah. Namun, kita harus tetap selalu waspada karena pada prinsipnya kejadian gempa benar-benar belum bisa diprediksi kapan akan terjadi," tuturnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement