Menurut Dhofir, kondisi Sugiono yang sakit jiwa menjadi salah satu kendala saat dilakukan eksekusi. Kemudian pihaknya kembali mendatangi LP Porong untuk melihat kondisi Sugiono, hasilnya sama yakni masih sakit jiwa.
"Dia tinggal dieksekusi, namun masih posisi sakit. Kalau orang mau dieksekusi pasti ditanyakan apa pesan terakhirnya. Itu syarat orang yang mau dieksekusi. Karena dia gila, jadi tidak bisa ngomong permintaan terakhir apa," papar Dhofir.
Dhofir menambahkan, kondisi tersebut menjadi kendala untuk melaksanakan eksekusi terhadap Sugiono. Untuk di Jatim ada tiga orang terpidana mati lainnya. Namun ketiganya masih berupaya PK hingga grasi.
(Khafid Mardiyansyah)