nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pantau Banjir Grobogan, Ganjar Pranowo Ingatkan Warga soal Kebersihan

Fetra Hariandja, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 16:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 09 512 2151121 pantau-banjir-grobogan-ganjar-pranowo-ingatkan-warga-soal-kebersihan-8HqTiC44Ma.jpeg Ganjar Pranowo kunjungi korban banjir (Foto: BNPB)

JAKARTA - Banjir di Grobogan, Jawa Timur setidaknya merendam delapan kecamatan sejak Rabu 8 Agustus. Adapun delapan kecamatan tersebut meliputi; Kecamatan Karangrayung, Kecamatan Gubug, Kecamatan Godong, Kecamatan Tanggungharjo, Kecamatan Tegowanu, Kecamatan Penawangan, Kecamatan Kedungjati dan Kecamatan Purwodadi.

Selain merendam desa/kelurahan dan infrastruktur serta fasilitas umum, banjir tersebut juga mengakibatkan satu warga meninggal dunia karena karena terpeleset di dalam rumah yang terendam air dari jebolan Tanggul Kali Jajar di Kecamatan Karangrayung.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berkeliling untuk meninjau lokasi terdampak bencana banjir yang melanda di sejumlah wilayah seperti di Grobogan dan Demak, Jawa Tengah, Kamis (9/1/2020).

Banjir Grobogan

Hadir mengenakan blangkon dan pakaian adat khas Jawa Tengah, Ganjar meninjau beberapa tempat seperti Sungai Tuntang yang meluap karena intensitas hujan tinggi dan air kiriman dari wilayah hulu sungai, didampingi Kalakhar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sudaryanto dan Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Selain meninjau sungai dari atas jembatan, Ganjar juga mengunjungi posko di Kecamatan Gubug untuk menyapa para relawan dan pengungsi. Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan agar tidak terpapar penyakit yang mengancam saat banjir, terlebih jenis penyakit yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus. Setelah itu Ganjar juga membagi-bagikan kaos bertuliskan Jateng Gayeng bagi sejumlah warga di posko.

Baca Juga: 8 Kecamatan di Grobogan Diterjang Banjir, 1 Orang Tewas

Diketahui, selain menewaskan satu orang, banjir di Grobogan juga merendam ratusan hektare sawah yang ditanami padi berumur sekira satu bulan, dan terancam gagal panen.

"Selain Kabupaten Grobogan, wilayah Kabupaten Demak juga terdampak banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Tuntang ditambah jebolnya tanggul penahan sungai," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo.

Bencana tersebut menyebabkan 180 jiwa mengungsi di Kantor Kecamatan, pengungsi dan diprediksi ketinggian air akan bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun sebanyak 4000 KK terdampak banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 80-150 sentimeter.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini