nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Panggil 4 Artis Terkait Kasus Investasi Bodong

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 19:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 09 519 2151217 polisi-panggil-4-artis-terkait-kasus-investasi-bodong-zmb8h171tL.jpg Kepolisian Polda Jawa Timur Gelar Jumpa Pers (Foto: Okezone/Syaiful)

SURABAYA - Ditreskrimsus Polda Jawa Timur telah melayangkan surat panggilan terhadap empat artis atau publik figur terkait dengan kasus dugaan investasi bodong Memiles. Keempat artis tersebut berinisial J, ED, MT dan AN.

Mereka dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan seputar investasi bodong. Keempat artis itu sudah memastikan akan hadir untuk memenuhi panggilan penyidik mulai pekan depan. Namun, mereka tidak hadir secara bersamaan.

Penyidik terus mendalami kasus investasi bodong beromset Rp750 miliar yang dikelola oleh PT Kam and Kam.

"Penyidik akan memintai keterangan dari keempat publik figur ini. Karena ada beberapa keterangan yang masih diperlukan mengenai kesaksian dari saksi yang melihat, mengetahui, mendengar dan masuk dalam sistem ini," terang Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Kamis (9/1/2020).

bodong

Baca Juga: Investasi Bodong Beromzet Rp750 Miliar Dibongkar Polisi

Menurut Trunoyudo, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan terhadap keempat publik figur tersebut. Mereka melalui managernya siap akan hadir ke Polda Jatim untuk diperiksa.

Keempat publik figur akan diperiksa sesuai dengan kapasitas masing-masing dalam kasus investasi bodong memiles. Pihaknya berharap para publik figur ini bisa bekerjasama dengan baik.

"Proses penyelidikan kasus ini terus berlangsung. Alat bukti tetap mengacu pada bukti apa yang telah ditemukan penyidik," paparnya.

Sebagaimana diketahui, Satgas Waspada Investasi Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar investasi ilegal alias bodong yang mempunyai omzet hampir Rp750 miliar. Dalam kasus tersebut, polisi telah menahan dua tersangka yakni berinisial KT (47) warga Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Serta FS (52) warga Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Mereka sudah memiliki 264 ribu member selama 8 bulan. Polisi juga mengamankan atau blokir rekening atas nama PT Kam and Kam. Uang telah diblok senilai Rp120 miliar. Namun yang diamankan baru Rp50 miliar. Sementara sisanya akan dipindahkan ke rekening barang bukti.

Selain uang miliaran rupiah, polisi juga menyita 18 unit mobil yang dipakai untuk operasional dan 2 unit sepeda motor. Setiap customer bisa memiliki lebih dari satu akun. Setiap akun harus top up dana mulai dari Rp50 ribu, Rp100 ribu hingga Rp200 juta.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini