JAKARTA - Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Bina Nusantara (Binus), Dina Wisnu mendorong agar pemerintah mengamankan Warga Negara Indonesia di wilayah Iran. Hal itu menyusul memanasnya hubungan AS dan Iran.
Dina mengatakan, WNI di kawasan Timur Tengah harus selalu waspada sebab lokasi itu rawan menjadi sasaran tembak. Terlebih Iran sendiri baru saja melakukan serangan terhadap pangkalan militer AS di Irak.
Baca Juga: Perang Dunia III Sulit Terjadi, meski Hubungan AS dan Iran Kian Memanas
"Kalau untuk WNI, semua WNI di kawasan Timur Tengah harus waspada. Mereka harus tahu bahwa situasi sedang memanas dan sasaran tembak bisa terjadi di mana saja," kata Dina kepada Okezone, Jumat (10/1/2020).
Dia juga meminta kepada pemerintah Indonesia untuk benar-benar memastikan bahwa WNI berada pada posisi yang aman. "Ada baiknya diintensifkan sosialisasi situasi dan dipastikan WNI jauh dari wilayah rawan sasaran tembak," tuturnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengeluarkan imbauan bagi semua warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan tersebut.
Dalam keterangan yang dirilis pada Rabu, 8 Januari 2020, Kementerian Luar Negeri dengan memperhatikan situasi politik dan keamanan di wilayah Irak, Iran dan sekitarnya, mengimbau WNI untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi dan imbauan otoritas setempat terutama terkait situasi keamanan, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di negara tempat mereka tinggal.
WNI juga diminta tidak segan-segan untuk segera menghubungi perwakilan RI setempat atau yang terdekat jika memerlukan informasi atau bantuan.
Berikut adalah nomor-nomor hotline perwakilan RI yang dapat dihubungi:
KBRI Baghdad: +964 780 6610 920/+9647500365228
KBRI Tehran: +989120542167
KBRI Kuwait City:+965-9720 6060
KBRI Manama:+973-3879 1650
KBRI Doha:+974-33322875
KBRI Abu Dhabi:+971-566-156259
KBRI Amman: +962 7 7915 0407
KBRI Damascus: +963 954 444 810
KBRI Beirut: +961 5 924 676
KBRI Muscat: +968 9600 0210
KBRI Riyadh: +966 56 917 3990
KJRI Dubai: +971-56-3322611/+971-56-4170333
KJRI Jeddah: +966-50360 9667
Baca Juga: Trump: Pembunuhan Komandan Pasukan Elite Iran untuk Mencegah Perang
Kementerian Luar Negeri juga telah menghidupkan pusat penanganan krisis (crisis centre) yang dapat dihubungi di nomor +62 812-9007-0027.
Selain imbauan bagi WNI, Kementerian Luar Negeri dan perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di wilayah tersebut juga telah mempersiapkan rencana kontijensi perlindungan WNI untuk mengantisipasi eskalasi dan dampaknya.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.