Wacana Relokasi
Perumahan PGP yang terletak di Jatirasa-Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat merupakan wilayah yang paling langganan banjir setiap musim penghujan tiba. Untuk itu, diusulkan agar di relokasi.
Diketahui, Perumahan PGP memiliki tiga RW dengan total 1.364 Kepala Keluarga (KK) atau 5.456 jiwa. Setiap RW 8, 354 KK (1.416 jiwa), RW 9, 410 KK (1.640 jiwa), dan RW 10, 600 KK atau 2.400 jiwa.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berharap warga mau untuk direlokasi, karena demi keselamatan bersama. Terlebih, usulan relokasi itu sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo ketika dirinya diundang ke Istana Negara beberapa waktu lalu.
"Ini bukan lagi persoalan respon warga, tetapi ini masalah keselamatan dan kenyamanan. Karena lokasi (Perum PGP) tidak cocok untuk pemukiman, lebih baik dibangun untuk tandon," kata pria yang biasa disapa Pepen ini kepada wartawan, Jumat (10/1/2020).
Masalah relokasi ini, kata dia, juga disampaikan kepada Kementerian terkait, temasuk berdiskusi dengan sejumlah pejabat atas masalah banjir yang menerjang Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodetabek) pada Rabu 1 Januari 2020.
"Tadi pagi juga sampaikan, ada pesan dari Bupati Bogor kalau bisa yang Vila Nusa Indah wilayah Bogor yang banjir itu diikutkan menjadi tandon. Jadi PGP dengan separuh Vila Nusa Indah," kata Rahmat.
Dia berharap masyarakat yang tinggal di Perum PGP bersedia dalam membebaskan lahan ini, karen banjir tahunan yang menerjang wilayah Perum PGP ini sudah menyangkut keamanan, sehingga harus direlokasi.
"Di ujung Narogong diantara Cileungsi dan Bukit Hambalang itu ada tandon, tapi dipake juga buat air minum, nah kalo ada tandon lagi nanti bisa menangkap DAS (daerah aliran sungai) yang ada setelah PGP," kata dia.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.