Eka Deli Serahkan Fortuner dari Memiles ke Polisi

Syaiful Islam, Okezone · Senin 13 Januari 2020 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 13 519 2152292 eka-deli-serahkan-fortuner-dari-memiles-ke-polisi-eixHhGDTcO.jpg Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan. (Foto : Okezone.com/Syaiful Islam)

SURABAYA – Penyanyi Eka Deli saat ini menjalani pemeriksaan di Gedung Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim). Eka Deli diperiksa sebagai saksi terkait kasus investasi ilegal alias bodong aplikasi Memiles.

Perempuan cantik ini juga telah menyerahkan mobil Fortuner warna putih kepada polisi. Mobil tersebut merupakan hadiah dari PT Kam and Kam, pengelola aplikasi Memiles.

"Tadi malam saudari ED sudah menyerahkan salah satu reward mobil Fortuner warna putih yang ada di Jakarta, sudah di tangan anggota. Nanti malam atau besok pagi sampai di sini," tutur Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, Senin (13/1/2020).

Luki menambahkan, mobil tersebut belum dilengkapi surat-surat kendaraan.

Ia mengungkapkan, ED berperan sebagai koordinator artis dalam aplikasi Memiles. Karena itu, pihaknya tidak menutup kemungkinan ada public figure lain yang meng-endorse Memiles atau menjadi anggota.

Eka Deli jalani pemeriksaan di Polda Jatim (Foto : Istimewa)

"Tadi saya lihat langsung bagaimana proses pemeriksaan terhadap ED. Saya support penyidik supaya melakukan penyidikan secara profesional. Kami berusaha menarik semua aset PT Kam and Kam," tutur Luki.

Sekadar diketahui, Satgas Waspada Investasi Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar investasi ilegal alias bodong aplikasi Memiles yang mempunyai omzet ratusan miliar rupiah. Dalam kasus ini, polisi menahan empat tersangka, yaitu KT (47), FS (52), ML alias Dr Eva (54), dan PH (22).

Memiles yang dikelola PT Kam and Kam memiliki 264 ribu member selama 8 bulan. Polisi juga mengamankan atau blokir rekening atas nama PT Kam and Kam. Uang yang telah disita senilai Rp122 miliar.


Baca Juga : Polisi Cari Anggota Memiles yang Dapat Hadiah Mobil

Selain uang miliaran rupiah, polisi menyita 18 mobil yang dipakai untuk operasional dan 2 sepeda motor. Setiap customer bisa memiliki lebih dari satu akun. Setiap akun harus top up dana mulai dari Rp50 ribu, Rp100 ribu hingga Rp200 juta.


Baca Juga : Kasus Investasi Memiles, Penyanyi Eka Deli Penuhi Panggilan Polisi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini