SURABAYA - Sejumlah anggota aplikasi Memiles meminta aplikasi tersebut kembali dibuka. Sebab, mereka menilai bahwa kesalahan bukan pada aplikasi tersebut, melainkan oknum atau orang tertentu.
"Bukan dengan mematikan Memilesnya. Ini prestasi anak bangsa, tidak dalam setahun sekali kita menemukan aplikasi cemerlang seperti ini," ujar Juru Bicara Pro Memiles, Iksan yang merupakan warga Jakarta, di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (14/1/2020) siang.
Baca Juga: Datangi Polda Jatim, Puluhan Anggota Pro Memiles Jenguk Tersangka
Pihaknya merasa heran karena pemerintah tidak mempelajari terlebih dulu, sebelum menghakimi. Menurutnya, jarang-jarang orang bisa menjadi miliuner di Indonesia.
"Jangan pupuskan kesempatan itu. Jangan matikan harapan kami, masyarakat Indonesia," tuturnya.
Iksan menjelaskan, terkait adanya anggota yang melapor karena merasa dirugikan, sebaiknya ditanyakan kembali pada anggota yang bersangkutan. Bisa jadi kata dia, pihak yang mengajak memberi pemahaman keliru.