Dianggap Menguntungkan, Sejumlah Anggota Minta Aplikasi Memiles Kembali Dibuka

Syaiful Islam, Okezone · Selasa 14 Januari 2020 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 14 519 2152769 dianggap-menguntungkan-sejumlah-anggota-minta-aplikasi-memiles-kembali-dibuka-4fATBdAW5v.jpg Juru Bicara Anggota Memiles, Iksan (Foto: Syaiful Islam)

SURABAYA - Sejumlah anggota aplikasi Memiles meminta aplikasi tersebut kembali dibuka. Sebab, mereka menilai bahwa kesalahan bukan pada aplikasi tersebut, melainkan oknum atau orang tertentu.

"Bukan dengan mematikan Memilesnya. Ini prestasi anak bangsa, tidak dalam setahun sekali kita menemukan aplikasi cemerlang seperti ini," ujar Juru Bicara Pro Memiles, Iksan yang merupakan warga Jakarta, di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (14/1/2020) siang.

Baca Juga: Datangi Polda Jatim, Puluhan Anggota Pro Memiles Jenguk Tersangka

Pihaknya merasa heran karena pemerintah tidak mempelajari terlebih dulu, sebelum menghakimi. Menurutnya, jarang-jarang orang bisa menjadi miliuner di Indonesia. 

"Jangan pupuskan kesempatan itu. Jangan matikan harapan kami, masyarakat Indonesia," tuturnya.

Iksan menjelaskan, terkait adanya anggota yang melapor karena merasa dirugikan, sebaiknya ditanyakan kembali pada anggota yang bersangkutan. Bisa jadi kata dia, pihak yang mengajak memberi pemahaman keliru.

"Mungkin ditawarkan investasi tapi itu bukan produknya Memiles. Kalau saya merasa Memiles mempunyai viewer yang potensial. Top up saya sendiri sudah habis, buat pasang slot iklan. Alhamdulillah, iklan ini direspons orang, mobil saya laku dari iklan Memiles," katanya.

Tersangka Memiles

Ia mengaku sudah tiga kali top up dana untuk slot iklan Memiles. Pertama, top up Rp800 ribu, kedua Rp5 juta dan ketiga Rp8 juta. Sedangkan reward belum didapat, karena masih menunggu giliran. Ia pun tak ingin terlalu mengharapkan reward tersebut.

Hal senada diungkapkan anggota Memiles lainnya, Hendra. Ia juga tidak merasa dirugikan dengan aplikasi Memiles meski sudah top up dana senilai Rp30 juta. Memiles sendiri mempunyai 264 ribu anggota.

"Di situ ada transaksi member yang memberikan iklan, ada promosi jual tanah, mobil dan yang lain. Memang ada juga asal iklan, tapi boleh-boleh saja tidak dilarang karena mereka sudah beli slot iklan. Jadi, kami bukan perusahaan investasi bodong, tapi perusahaan yang menjual slot iklan. Nah, slot iklan itu digunakan member," kata Hendra.

Baca Juga: Kasus Investasi Bodong Memiles, Polisi Tangkap 2 Tersangka Baru

Ia menambahkan, member yang merasa dirugikan belum memahami apa itu bisnis digital Memiles. Sebenarnya bisnis digital Memiles sama dengan bisnis digital seperti pada umumnya.

Seperti diketahui, Satgas Waspada Investasi Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar investasi ilegal alias bodong aplikasi Memiles yang mempunyai omzet ratusan miliar rupiah. Dalam kasus ini, polisi menahan empat tersangka yakni, KT (47), FS (52), ML alias Dr Eva (54) dan PH (22).

Memiles yang dikelola PT Kam and Kam memiliki 264 ribu anggota selama 8 bulan. Polisi juga mengamankan atau blokir rekening atas nama PT Kam and Kam. Uang yang telah disita senilai Rp122 miliar.

Selain uang miliaran rupiah, polisi juga menyita 18 unit mobil yang dipakai untuk operasional dan 2 unit sepeda motor. Setiap customer bisa memiliki lebih dari satu akun. Setiap akun harus top up dana mulai dari Rp50 ribu, Rp100 ribu hingga Rp200 juta.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini