nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Indramayu Temukan Fosil Gajah Purba Berusia 1,5 Juta Tahun

Fathnur Rohman, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 01:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 16 525 2153455 warga-indramayu-temukan-fosil-gajah-purba-berusia-1-5-juta-tahun-SJ2koZ32ZN.jpg Penemuan fosil gajah purba di Indramayu. (Foto: TACB Kabupaten Indramayu)

INDRAMAYU – Fosil hewan vetebrata berjenis stegodon atau gajah purba ditemukan oleh seorang warga bernama Unang Herman di lembah Sungai Cilalanang, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Unang menceritakan, penemuan fosil itu ketika dirinya melakukan aktivitas di sekitar area Objek Wisata Alam Ciwado, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Awalnya dia sempat tidak menghiraukan benda yang ditemukan itu. Namun akhirnya ia memutuskan membawa benda tersebut ke rumahnya karena ingin menjadikannya sebagai batu akik.

Unang sendiri tidak tahu kalau benda tersebut adalah fosil hewan vetebrata berjenis stegodon atau gajah purba.

"Tidak tahu itu fosil. Benda itu baru dibawa pulang pas mau dibikin batu akik," kata Unang, Rabu 15 Januari 2019.

Ia mengungkapkan, meski awalnya akan menggosok benda itu sebagai batu akik, dirinya kemudian mengurungkan niat itu dan lebih memilih menyimpan benda tersebut di Pos Wisata Ciwado.

Dirinya baru menyadari kalau benda itu adalah fosil ketika diberi tahu oleh seorang fotografer asal Jakarta bernama Turidi.

Unang menerangkan banyak warga sekitar tidak tahu dan menjadikan fosil tersebut sebagai tungku masak di dapur rumah mereka.

Setelah mendapat kabar tentang adanya temuan fosil tersebut, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu langsung melakukan konsultasi dengan seorang peneliti utama di Balai Arkeologi Bandung yakni Dr Lutfi Yondri.

Dari hasil konsultasi itu bisa dipastikan bahwa benda yang ditemukan Unang adalah fosil stegodon atau gajah purba.

"Fosilnya kita amankan dulu supaya terhindar dari pemburu fosil ilegal. Fosil yang ditemukan di Ciwado ini memiliki lingkar tulang 22 cm dan panjang 32 cm," ujar Dedy S Musashi selaku Ketua TACB Kabupaten Indramayu.

Usia dari fosil gajah purba itu masih belum diketahui. Namun, dikatakan Dedy dari sumber literasi yang ada disebutkan jika gajah purba diperkirakan hidup sekira 1,5 juta tahun lalu atau pada masa pleistocen awal.

Dedy menjelaskan, TACB Kabupaten Indramayu bersama Kasi Cagar Budaya Disparbud Kabupaten Indramayu Tinus Suparto melakukan penyusuran di lokasi sekitar temuan fosil gajah purba itu dengan radius 1 kilometer.

Berdasarkan hasil survei pertama, pihaknya menemukan serpihan tulang dan taring hewan. Bahkan ditemukan juga moluska yang banyak menempel di dinding batu di sekitar lokasi penemuan fosil gajah purba itu.

TACB Kabupaten Indramayu saat ini sudah melaporkan temuan fosil tersebut kepada Balai Arkeologi Bandung dan Balai Pelestarian Cagar Budaya di Banten. Dari laporan itu nantinya ditindaklanjuti ke Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini