Bangkitnya Kasultanan Pajang Setelah Tidur Panjang 400 Tahun (Bagian 2)

Bramantyo, Okezone · Minggu 19 Januari 2020 02:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 19 512 2154930 bangkitnya-kasultanan-pajang-setelah-tidur-panjang-400-tahun-bagian-2-SgM0vGzjSp.jpg Lokasi Kesultanan Pajang (Foto: Okezone/Bramantyo)

Sementara itu Raden Dimas Koco, keturunan dari Pakubuwono II yang juga pengelola situs Kasultanan Pajang mengatakan Kasultanan Pajang memiliki konsep menata negara atau pemerintahannya.

Menurut Dimas Koco, dipilihnya lokasi situs Kraton Pajang bukan dilokasi dimana pusat pemerintahan Kasultanan Pajang dahulu berdiri, namun karena pusat pemerintahan Kasultanan Pajang berdiri saat ini mayoritas sudah jadi hak milik pemilik tanah.

"Jadi satu-satunya benda peninggalan Kasultanan Pajang yang masih tersisa berada di tanah kas desa Makamhaji yang masuk wilayah Dukuh Pesanggrahan. Karena berada di tanah kas desa, setiap tahun kami membayar kontribusi pada desa," terangnya.

Keraton

Berbeda dengan Suradi, Dimas Koco mengatakan setelah Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir tiada, di Kasultanan Pajang, hingga era Kasultanan Pajang berakhir, tak ada lagi Sultan atau Raja baru.

Bahkan, Pangeran Benowo yang merupakan anak Sultan Hadiwijaya dari selir yang berasal dari Jipang Panolar dan Panggiri, anak menantu Sultan Hadiwijaya yang seorang Adipati Demak pun tak ada yang bisa menjadi Sultan.

"Sultan itu hanya satu, yaitu Hadiwijaya atau Joko Tingkir. Setelah itu tidak ada lagi. Bahkan Pangeran Benowo, putra dari Sultan Hadiwijaya dari seorang selir yang berasal dari Jipang Panolar dan menantunya sendiri pun tak bisa menjadi seorang Sultan," terangnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini