Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penumpang Ungkap Detik-Detik Bus Purnamasari Terguling hingga Tewaskan 8 Orang

Penumpang Ungkap Detik-Detik Bus Purnamasari Terguling hingga Tewaskan 8 Orang
Suasana Evakuasi Penumpang Bus Pariwisata PO Purnamasari yang Mengalami Kecelakaan di Subang, Jabar (foto: iNews/Yudy Heryawan Juanda)
A
A
A

SUBANG – Nuraeni (48) bersyukur masih diberi keselamatan dari kecelakaan mengerikan yang menimpa Bus Purnamasari di Turunan Nagrog, Ciater-Subang, Jawa Barat. Tapi, kejadiannya sulit dilupakan ibu asal Depok, Jawa Barat.

Bus Purnamasari yang ditumpangi Nuraeni bersama rombongan kader Posyandu dari Depok terguling di Turunan Nagrog, Sabtu 18 Januari kemarin. Delapan orang tewas. Nuraeni selamat.

Baca Juga: RSUI dan RSUD Kota Depok Tampung Korban Selamat Kecelakaan Bus di Subang 

Nuraeni menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan suasana menegangkan dirasakan penumpang. Saat itu, bus sudah oleng dan sopir tak mampu mengendalikan lagi.

“Jadi selesai ibu bidan sambutan, bus bergerak-gerak ke kanan kiri oleng gitu. Saya Allahu Akbar, Allahu Akbar, makin kenceng makin kenceng, terus buang ke kanan (terguling),” ujar Nuraeni seperti dikutip iNews.

Bus pariwisata terguling di Subang 

Dia mengungkapkan, kecelakaan itu terjadi tak lama setelah bus berjalan meninggalkan gerbang lokasi wisata Tangkuban Parahu. Ketika berada di jalan menurun.

“Baru 10 menit busnya jalan. Belum lama, pas di jalan turunan,” katanya.

Nuraeni menduga, kecelakaan terjadi karena bus mengalami rem blong. Namun saat perjalanan awal tak ada tanda-tanda adanya gangguan di dalam bus. Sopir juga tidak berjalan ugal-ugalan.

“Kayaknya rem blong. Jadi pas di jalan belok-belok gitu busnya oleng. Saya teriak-teriak abang rem bang tolong rem bang, Allahu Akbar. Setelah itu saya tidak ingat lagi. Begitu sadar sudah di puskesmas. Tas, HP enggak tahu semua ada di mana,” tutur Nuraeni.

Baca Juga: Korlantas Polri Akan Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut di Subang 

Sementara Direktur RSUD Subang dr Agus Sofyan mengatakan, rumah sakitnya menerima sebanyak 56 pasien korban kecelakaan bus di Ciater.

“Yang datang ada 56 pasien. Sebanyak 22 luka ringan, 24 masih tahap obeservasi dan delapan meninggal dunia,” katanya.

Mereka merupakan korban kecelakaan bus di turunan Nagrog, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Sabtu (18/1/2020). Saat ini seluruh identitas korban sudah terdata dan keluarga terus berdatangan ke RSUD Subang.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement