nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jambret Spesialis Ponsel Diciduk, Pelaku Incar Keluarga Pasien di RS

Senin 20 Januari 2020 10:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 20 609 2155308 jambret-spesialis-ponsel-diciduk-pelaku-incar-keluarga-pasien-di-rs-MZ23NSsSHM.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

MAKASSAR - Polisi menciduk seorang terduga jambret yang kerap beraksi di Rumah Sakit Ibnu Sina, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku diringkus usai menerima laporan dari keluarga pasien yang mengaku kehilangan telepon genggam (ponsel) saat menjaga keluarga mereka di rumah sakit.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fathur Rakhman mengatakan, pelaku atas nama M Fakri Fajrin (20), warga Jalan Pampang I, Kecamatan Panakkukang. Dia diamankan di kediamannya pada Minggu 19 Januari 2020 kemarin.

"Polisi mendapat laporan dari keluarga pasien yang kehilangan ponsel di rumah sakit," kata Jamal saat dikonfirmasi di Kota Makassar, dikutip dari iNews.id, Senin (20/1/2020).

Polisi yang menerima laporan kemudian menuju lokasi kejadian. Petugas selanjutnya melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar TKP.

Setelah mendapat identitas pelaku, tim mendapat informasi bahwa pelaku Fakri terpantau sedang ada di sekitar rumahnya. Polisi langsung menuju ke tempat tinggal pelaku dan menangkapnya beserta barang bukti ponsel hasil curian.

"Alhamdulillah berhasil diamankan berikut barang bukti, yakni ponsel milik korban," tuturnya.

Dia menambahkan, dalam melancarkan aksinya, Fakri memang mengincar korban yang sedang terlelap. Ketika dia melihat korban tak sengaja membiarkan ponsel atau barang berharga korban tergeletak, pelaku pun merampasnya dan kabur.

Berdasarkan hasil pendalaman, Fakri mengaku bukan hanya sekali ini melakukan aksi pencurian. Informasi dari petugas, dia diduga sudah sering beraksi di sekitaran rumah sakit dengan modus serupa.

"Informasi dari anggota sudah delapan kali. Lokasinya di RS Ibnu Sina," kata dia.

Usai merampas ponsel korban, Fakri lalu menjual hasil kejahatannya melalui media sosial Facebook. Uang tersebut digunakan untuk berfoya-foya. Pelaku bahkan memakai uang tersebut untuk membeli dan mengonsumsi narkoba.

Pelaku telah diserahkan ke Satreskoba Polrestabes Makassar. Atas perbuatannya, dia terancam hukuman tujuh tahun penjara sesuai Pasal 363 KUHPidana.

Sementara jika terbukti mengonsumsi sabu, Fakri terancam hukuman minimal lima tahun kurungan penjara, sesuai Pasal 114 ayat subsidair Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini