nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi Bodong di Bondowoso Terbongkar, Kerugian Korban Mencapai Rp2,8 Miliar

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 21:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 22 519 2156855 investasi-bodong-di-bondowoso-terbongkar-kerugian-korban-mencapai-rp2-8-miliar-5cAYo2wsUX.jpg Ilustrasi Penipuan Investasi (foto: Okezone)

BONDOWOSO - Polres Bondowoso membongkar penipuan terkait investasi bodong yang melibatkan seorang perempuan. Kerugian yang dialami korban hingga miliaran rupiah.

Perempuan berinisial SAS (32) warga Jalan Ki Mangunsarkoso, Kelurahan Tamansari, Bondowoso. Perempuan ini diamankan berkat laporan sejumlah korban. Dalam pengembangannya, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen, surat perjanjian kontrak, buku rekening atas nama Hasbullah Huda.

Baca Juga: Investasi Bodong Beromzet Rp750 Miliar Dibongkar Polisi 

Tak hanya sejumlah kwitansi serah terima uang, print out bukti transfer dari korban kepada SAS, dan handphone milik korban serta pelaku yang digunakan berkomunikasi, juga disita pihak kepolisian.

Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Jamal menyatakan, berdasarkan hasil penyelidikan timnya ada puluhan hingga ratusan korban penipuan dengan modus menjanjikan kerjasama di bidang investasi.

"Saat ini, sudah ada lima korban yang melaporkan ke kami dengan kerugian mencapai Rp2,8 miliar. Ini masih kami kembangkan apakah ada korban - korban lainnya," ungkap Jamal saat dikonfirmasi, Rabu (22/1/2020).

Pihak kepolisian sendiri telah menahan perempuan ibu rumah tangga ini guna pengembangan lebih lanjut. "Yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan kami tahan untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut," tuturnya.

Jamal menjelaskan dalam modusnya, pelaku mengiming - imingi korbannya hasil investasi yang berkali - kali lipat, jika mau berinvestasi melalui perusahaan PT Anak Seribu Pulau, yang bergerak di bidang bisnis properti.

"Jadi jika ada yang mau berinvestasi melalui perusahaan tersebut, diimingi - imingi mendapat keuntungan 20 persen dari modal yang disetor, keuntungan ini nantinya akan diberikan setiap bulannya," terangnya.

Hal inilah yang menyebabkan sejumlah nasabah korban investasi bodong ini tertarik dengan iming - iming yang diberikan SAS. Dalam sekali penyetoran para korban bisa menyerahkan hingga puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah.

Baca Juga: Bareskrim Polri Usut Kasus Dugaan Investasi Bodong GCG 

Namun, seiring berjalannya waktu, apa yang dijanjikan pelaku tak kunjung terealisasi. Bahkan, saat ditelusuri ternyata PT Anak Seribu Pulau yang menjadi magnet para korban, ternyata perusahaan fiktif.

"Perusahaan itu (PT Anak Seribu Pulau) fiktif," lanjutnya.

Pelaku sendiri sebenarnya mengantongi izin usaha, namun bukan atas nama PT Anak Seribu Pulau, melainkan toko Inara Shop, yang bergerak di bidang perdagangan karet dan kasur.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini