nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus yang Jadi Perhatian Publik: Investasi Bodong hingga Pelajar Bunuh Begal

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 26 Januari 2020 13:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 26 519 2158476 kasus-kasus-yang-jadi-perhatian-publik-investasi-bodong-hingga-pelajar-bunuh-begal-ooJMgSpQ6R.jpg Ilustrasi penangkapan pelaku tindak kriminal. (Foto: Dok Okezone)

MALANG – Sejumlah kasus di Jawa Timur dalam sepekan terakhir begitu menyita perhatian publik. Mulai pemeriksaan sejumlah artis dan tokoh politik terkait investasi bodong Memiles di Surabaya, kasus asusila yang diduga dilakukan oleh guru di Bondowoso dan Jombang, hingga tuntutan hukuman yang menimpa pelajar pembunuh begal di Malang.

Berikut ini pemaparannya, sebagaimana dirangkum Okezone, Minggu (26/1/2020):

Investasi Bodong Memiles Seret Sejumlah Artis

Sebanyak 518 orang korban investasi Memiles yang melapor ke kepolisian membuat Polda Jawa Timur terus bergerak menelusuri aliran dananya. Dari penelusuran ini, sejumlah orang diperiksa sebagai saksi.

Dari para saksi yang hadir, polisi memanggil sejumlah artis. Seperti penyanyi Pinkan Mambo pada Senin 20 Januari 2020. Ia dicecar 30 pertanyaan oleh penyidik Polda Jatim.

"Paling ada 30 pertanyaan saja. Diperiksa mulai jam 7. Saya dipanggil sebagai saksi karena saya pernah diundang nyanyi sebagai pengisi acara di acara Memiles," ungkap Pinkan Mambo usai pemeriksaan.

Bergeser di hari lain, giliran perancang busana terkemuka Adjie Notonegoro yang dipanggil sebagai saksi di Polda Jatim pada Rabu 22 Januari 2020. Adjie Notonegoro diperiksa lantaran pernah melakukan top up ke Memiles sebesar Rp150 juta.

Selanjutnya berturut-turut Polda Jatim memanggil sejumlah saksi mulai penyanyi Tata Janeeta, Marcello Tahitoe atau yang akrab disapa Ello, hingga cucu presiden kedua RI Soeharto yakni Ari Haryo Wibowo Harjojudanto alias Ari Sigit.

Dari pemeriksaan sejumlah saksi tersebut, polisi juga menyita barang bukti mobil milik Ello dan Ari Sigit yang diduga terkait kasus investasi bodong Memiles.

Investasi Bodong Berkedok Properti di Bondowoso

Tidak hanya di Surabaya, penipuan dan penggelapan uang dengan modus investasi juga terjadi Bondowoso. Akibatnya, polisi menetapkan seorang perempuan sebagai tersangka. Ia berinisial SAS (32), warga Jalan Ki Mangunsarkoso, Kelurahan Tamansari, Bondowoso.

Tersangka dilaporkan lima orang yang merasa menjadi korban penipuan berkedok investasi di bidang properti melalui PT Anak Seribu Pulau.

Pelaku mengiming-imingi korbannya dengan keuntungan 20 persen setiap bulannya dari modal investasi yang disetorkan ini merekrut korbannya dengan modus multi-level marketing (MLM), di mana pesertanya ada tingkatan berantai dan bermuara ke tersangka yang telah diamankan kepolisian.

"Semua aliran ini arahnya ke tersangka. Kami masih mengembangkan dan memeriksa saksi-saksi dan korban. Termasuk kalau ada pelaku lainnya," ungkap Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Jamal saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu 25 Januari 2020.

Dugaan Asusila Dilakukan Ustadz dan Pengasuh Ponpes

Seorang ustadz di Bondowoso harus berurusan dengan kepolisian setelah diduga melakukan tindak pencabulan terhadap tiga santrinya. AQ (33) asal Desa Lombok Wetan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Bondowoso.

Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Jamal mengungkapkan masih memintai keterangan sejumlah orang guna mengembangkan bilamana dimungkinkan ada korban lain lagi.

"Kami tengah memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti guna mengembangkan kasus ini bilamana ada korban lain. Korban sendiri kita berikan trauma healing supaya berani dan tidak trauma memberikan kesaksian apa yang dialaminya," papar Jamal.

Sementara di Jombang, kasus dugaan tindakan asusila seorang putra kiai ternama diduga terjerat kasus pencabulan kepada santrinya. Pria berinisial MSA (39) yang merupakan pengasuh Ponpes di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Polda Jatim mengambil alih kasus dugaan pencabulan MSA dengan memeriksa setidaknya 10 saksi. "Kita sudah dapat data dari pemeriksaan sepuluh saksi," ungkap Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Ratulangi saat ditemui media di Mapolda Jatim, Senin 20 Januari 2020.

Namun hingga kini pihak kepolisian masih berhati-hati dalam melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pencabulan ini.

Kisah Pelajar Pembunuh Begal Berakhir Jadi Terdakwa

Seorang pelajar berinisial ZA terpaksa melakukan penikaman terhadap Msn yang hendak merampas harta bendanya dan memerkosa VN yang merupakan teman perempuannya. Pelajar di Malang ini dinyatakan bersalah oleh hakim dan harus menjalani hukuman pembinaan selama setahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Kasus ZA ini diawali pada Minggu 9 September 2019, di mana saat itu ZA akan pulang mengantarkan teman perempuannya usai menonton konser di Stadion Kanjuruhan.

Saat pulang, ZA melintasi jalan setapak di tengah kebun tebu lantaran pengakuannya di jalan poros desa sedang ramai ada acara. Namun saat melintasi jalan tengah kebun tebu, ia dihadang oleh dua orang yakni Msn dan AW.

Kedua orang ini yakni Msn dan AW berusaha merampas sepeda motor dan ponsel milik ZA dan teman perempuannya. Setelah diserahkan, baik Msn maupun AW bukannya pergi tapi meminta untuk "memakai" VN, teman perempuannya.

"Ada ancaman pemerkosaan kepada teman perempuan ZA yang dilakukan oleh Msn dan AW. Ini sudah dibuktikan di persidangan, di mana AW alias Mat dinyatakan bersalah dengan hukuman 1,3 tahun penjara," ujar Koordinator Kuasa Hukum ZA, Bhakti Riza Hidayat.

Sempat dituntut dengan hukuman seumur hidup lantaran dijerat Pasal 340, 381, 351 KUHP, dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena membawa senjata tajam jenis pisau dapur.

Dalam prosesnya, ZA mengaku senjata pisau dapur yang tersimpan di dalam jok ini 'tertinggal' setelah dirinya diminta membawa untuk praktik prakarya membuat kerajinan ukiran kayu di sekolah pada 5 September 2019.

Usai menjalani sidang maraton sejak Senin hingga Kamis 23 Januari 2020, hakim tunggal Nuny Defiary memvonis ZA bersalah dan dihukum pembinaan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini