Kasus yang Jadi Perhatian Publik: Investasi Bodong hingga Pelajar Bunuh Begal

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 26 Januari 2020 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 26 519 2158476 kasus-kasus-yang-jadi-perhatian-publik-investasi-bodong-hingga-pelajar-bunuh-begal-ooJMgSpQ6R.jpg Ilustrasi penangkapan pelaku tindak kriminal. (Foto: Dok Okezone)

Investasi Bodong Berkedok Properti di Bondowoso

Tidak hanya di Surabaya, penipuan dan penggelapan uang dengan modus investasi juga terjadi Bondowoso. Akibatnya, polisi menetapkan seorang perempuan sebagai tersangka. Ia berinisial SAS (32), warga Jalan Ki Mangunsarkoso, Kelurahan Tamansari, Bondowoso.

Tersangka dilaporkan lima orang yang merasa menjadi korban penipuan berkedok investasi di bidang properti melalui PT Anak Seribu Pulau.

Pelaku mengiming-imingi korbannya dengan keuntungan 20 persen setiap bulannya dari modal investasi yang disetorkan ini merekrut korbannya dengan modus multi-level marketing (MLM), di mana pesertanya ada tingkatan berantai dan bermuara ke tersangka yang telah diamankan kepolisian.

"Semua aliran ini arahnya ke tersangka. Kami masih mengembangkan dan memeriksa saksi-saksi dan korban. Termasuk kalau ada pelaku lainnya," ungkap Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Jamal saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu 25 Januari 2020.

Dugaan Asusila Dilakukan Ustadz dan Pengasuh Ponpes

Seorang ustadz di Bondowoso harus berurusan dengan kepolisian setelah diduga melakukan tindak pencabulan terhadap tiga santrinya. AQ (33) asal Desa Lombok Wetan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Bondowoso.

Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Jamal mengungkapkan masih memintai keterangan sejumlah orang guna mengembangkan bilamana dimungkinkan ada korban lain lagi.

"Kami tengah memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti guna mengembangkan kasus ini bilamana ada korban lain. Korban sendiri kita berikan trauma healing supaya berani dan tidak trauma memberikan kesaksian apa yang dialaminya," papar Jamal.

Sementara di Jombang, kasus dugaan tindakan asusila seorang putra kiai ternama diduga terjerat kasus pencabulan kepada santrinya. Pria berinisial MSA (39) yang merupakan pengasuh Ponpes di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Polda Jatim mengambil alih kasus dugaan pencabulan MSA dengan memeriksa setidaknya 10 saksi. "Kita sudah dapat data dari pemeriksaan sepuluh saksi," ungkap Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Ratulangi saat ditemui media di Mapolda Jatim, Senin 20 Januari 2020.

Namun hingga kini pihak kepolisian masih berhati-hati dalam melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pencabulan ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini