TAPANULI TENGAH - Tim SAR memutuskan untuk menghentikan pencarian korban akibat banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Hingga kini, ada tujuh korban tewas yang berhasil dievakuasi.
Koordinator Pos SAR Sibolga, Hari Susanto mengatakan, pencarian dihentikan karena tidak ada lagi laporan masyarakat mengenai adanya anggota keluarga mereka yang hilang. Namun, kalau nantinya ada laporan lanjutan, tim SAR akan kembali melakukan pencarian.
Banjir bandang diketahui menerjang dua Kecamatan di Tapanuli Tengah Rabu dini hari, 29 Januari 2020. Dua kecamatan itu yakni, Barus dan Andam Dewi.
Baca Juga: Korban Tewas Banjir & Longsor Tapanuli Tengah Bertambah Jadi 7 Orang
Tujuh orang korban tewas ditemukan ditemukan dan dievakuasi dari timbunan material banjir bandang, reruntuhan bangunan kayu, hingga beton rumah warga yang ambruk dihantam banjir bandang.