nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim SAR Hentikan Pencarian Korban Banjir Bandang di Tapanuli Tengah

Robert Fernando H Siregar, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 22:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 29 340 2160368 tim-sar-hentikan-pencarian-korban-banjir-bandang-di-tapanuli-tengah-XOOI3fm6h2.jpg Tim evakuasi korban banjir dan longsor di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Foto: Ist)

TAPANULI TENGAH - Tim SAR memutuskan untuk menghentikan pencarian korban akibat banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Hingga kini, ada tujuh korban tewas yang berhasil dievakuasi. 

Koordinator Pos SAR Sibolga, Hari Susanto mengatakan, pencarian dihentikan karena tidak ada lagi laporan masyarakat mengenai adanya anggota keluarga mereka yang hilang. Namun, kalau nantinya ada laporan lanjutan, tim SAR akan kembali melakukan pencarian.

Banjir bandang diketahui menerjang dua Kecamatan di Tapanuli Tengah Rabu dini hari, 29 Januari 2020. Dua kecamatan itu yakni, Barus dan Andam Dewi.

Baca Juga: Korban Tewas Banjir & Longsor Tapanuli Tengah Bertambah Jadi 7 Orang

Tujuh orang korban tewas ditemukan ditemukan dan dievakuasi dari timbunan material banjir bandang, reruntuhan bangunan kayu, hingga beton rumah warga yang ambruk dihantam banjir bandang.

"Rabu pagi tadi, pasang suami istri Adwirzah Tanjung (60) dan Idwarnisa (58), ditemukan meninggal. Kedua korban ini warga Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus," katanya kepada Okezone, Rabu (29/1/2020).

Tim SAR evakuasi korban  Foto: Ist

Kemudian, pada Rabu siang menemukan dan mengevakuasi lima korban meninggal lainnya, warga Bonan Dolok, Desa Sijukkang, Kecamatan Andam Dewi.

Kelima korban yakni, Marpaung (50), Juster Sitorus (55), Abdul Rahmah (72), Pardamean Manalu (85) dan Esrin Pane (48). Kelimanya ditemukan di Desa Sijukkang.

Baca Juga: Banjir Rendam 7 Desa di Tapanuli Tengah

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini