nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siswi SMA di Makassar Jadi Korban Penculikan Bermodus Hipnotis

Rabu 29 Januari 2020 22:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 29 609 2160372 siswi-sma-di-makassar-jadi-korban-penculikan-bermodus-hipnotis-Pq89cpO8au.JPG Siswi SMA berinisial ST diduga jadi korban penculikan modus hipnotis (Foto: iNews.id/Yoel Yusvin)

MAKASSAR - Seorang siswi SMA di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga menjadi korban penculikan dengan modus hipnotis. Korban berinisial ST (17) acapkali diajak berbicara seperti orang kebingungan.

Bhabinkamtibmas Polsek Rappocini, Aiptu Jamaluddin mengungkapkan, pihaknya sudah meminta keterangan korban dan para saksi dari keluarga. Dari informasi yang didapat, korban selalu tampak linglung saat diajak berkomunikasi.

"Korban memang seperti dihipnotis," kata Aiptu Jamaluddin, melansir iNews.id, Rabu (29/1/2020).

Selain itu, korban juga mendapati aksi kekerasan. ST dipaksa meminum miras, namun karena dia menolak, korban pun diikat tali hingga sesak napas dan dipukuli oleh pelaku.

"Untuk kasusnya kami serahkan ke Polrestabes, namun saya sudah hubungi penyidik di sana supaya kasus ini bisa segera diproses," ujar dia.

Korban sendiri mengaku tidak mengenal pelaku. Hanya saja ciri-ciri mereka merupakan perempuan, dan selalu memakai masker, sehingga wajahnya tidak diketahui korban.

ST diketahui tidak pulang ke rumah sejak tanggal 10 Januari 2020 lalu. Pelajar kelas 3 SMA ini mengaku, awalnya dia baru pulang sekolah dan sudah sampai di masjid sekitar kompleks rumahnya.

Kakak korban, Mila (19) mengatakan, adiknya memang membawa ponsel saat hilang diduga disekap dan diculik orang tak dikenal. ST juga kerap mengirim pesan mengenai lokasi keberadaanya.

"Tapi selalu bilangnya ada di Gowa," kata Mila kepada wartawan di rumahnya, Jalan Cilallang, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Selain itu, adiknya juga sempat memberi tahu kalau dirinya mau dibawa ke Kota Jayapura, Papua. Saat dihubungi, kata dia, ST juga seperti orang kebingungan, karena kadang bicaranya tidak jelas, sehingga membuat keluarga semakin khawatir.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini