Share

Sebelum Bunuh Diri, Mahasiswa di Yogya Tinggalkan Surat Wasiat

Jum'at 31 Januari 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 510 2161234 sebelum-bunuh-diri-mahasiswa-di-yogya-tinggalkan-surat-wasiat-tVp11kh2gh.jpg Ilustrasi Mayat (foto: Shutterstock)

SLEMAN - Seorang mahasiswa berinisial FH (25) ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya Jalan Jetis, Tirtoadi, Mlati, Sleman, DIY. Jasad mahasiswa salah satu perguruan tinggi Islam swasta di Yogyakarta itu ditemukan pada Kamis 30 Januari 2020.

Diketahui, FH merupakan warga Kecamatan Arjasa, Sumenep, Jawa Timur. Kuat dugaan, FH melakukan aksi bunuh diri dengan cara melukai lehernya.

Baca Juga: Pria Gresik Tewas Mengenaskan Usai Melompat ke Kereta Api 

Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Noor Dwi Cahyanto mengatakan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat jajaran reserse kriminal kepolisian sektor (Polsek) Mlati dibantu oleh Tim dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Sleman langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Noor menjelaskan kronologi kejadian sekira pukul 18.30 WIB, saksi yang tengah melihat dan memotret burung melihat kaki di dalam kamar kos yang baru dibangun. Dia menambahkan, saksi melihat korban sudah dalam keadaan tengkurap bersimbah darah di dalam kamar dan kepalanya mengarah ke barat.

"Oleh saksi kemudian korban di balik hingga posisi telentang dengan tujuan memastikan apakah korban masih dalam keadaan hidup, namun ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Noor seperti dikutip Solopos.com.

Selanjutnya, saksi memberitahukan peristiwa tersebut kepada pemilik kos berinisial K, yang diteruskan ke kepala dukuh dan Polsek Mlati.

Noor menerangkan, berdasarkan hasil olah TKP, kejadian ini bukan merupakan aksi pembunuhan. Sebab, ditemukan surat wasiat yang menyatakan jika korban ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

"Saat melakukan olah TKP ditemukan sebuah surat wasiat yang ditulis oleh korban," ujar Noor.

Sedangkan, berdasarkan keterangan pemilik kos, ungkap dia, korban pernah meminta tolong untuk diberikan racun tikus dengan alasan untuk dimakan sendiri, namun pemilik kos melarangnya dan korban dinasihati sehingga tidak jadi mengakhiri hidupnya.

"Keterangan dari sepupu korban, pada Rabu (29/1/2020) korban juga meminta dibelikan racun tikus untuk diminum, namun tidak dibelikan," terangnya.

Baca Juga: Pasutri di Kalbar Tewas Bunuh Diri dengan Menenggak Racun Rumput 

Berdasarkan keterangan saksi, gerinda yang biasa digunakan oleh pemilik kos untuk memotong keramik berada di dalam kamar tempat korban ditemukan meninggal.

Menurut keterangan tim Dokter Puskesmas Mlati, korban diperkirakan meninggal 4 jam sebelum ditemukan oleh saksi. Kondisi korban terdapat luka terbuka pada leher akibat dari gerinda yang yang dipakai untuk melukai diri korban.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah sakit RSUP dr Sarjito dan dari pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini