PALI – Perekonomian warga lumpuh akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Akibat banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Lematang itu, ratusan hektare kebun karet terendam banjir sehingga warga tak bisa beraktivis seperti biasanya.
Banjir yang menerjang sejak pekan lalu itu juga merendam ratusan rumah warga di dua desa wilayah Kecamatan Tanah Abang.
Ketinggian air yang sebelumnya lebih dari satu meter dilaporkan mulai menurun. Mayoritas warga tetap bertahan di rumahnya karena berbentuk rumah panggung. Namun, ada pula beberapa warga yang lebih memilih mengungsi karena air diperkirakan masih lama surutnya.
“Kondisi banjir saat ini sudah mulai surut. Ketinggian air mencapai 90 cm,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PALI, Junaidi Anwar, dalam tayangan iNews TV, Sabtu (1/2/2020).

Sementara itu, pihak kepolisian dan TNI rutin melakukan patroli di rumah-rumah warga yang terendam banjir. Patroli itu guna memberi rasa aman kepada warga yang memilih bertahan di rumah, sekaligus untuk memantau jika ada korban jiwa.
“Agar warga selalu berhati-hati dan tetap berkoordinasi,” kata Kapolres PALI, AKBP Yudi Suharyadi.