Sindikat Pengedar Sabu Internasional Jaringan Malaysia Digagalkan di Surabaya

Syaiful Islam, Okezone · Senin 03 Februari 2020 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 03 519 2162528 sindikat-pengedar-sabu-internasional-jaringan-malaysia-digagalkan-di-surabaya-CdEvkcA6Cw.jpg Gelar Perkara Pengungkapan Sabu Internasional di Polda Jatim (Foto: Okezone/Syaiful Islam)

SURABAYA - Polda Jatim berhasil menangkap dua pengedar sabu asal Malaysia. Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita 15 kg sabu yang dikemas dalam bungkus teh china. Kini kedua Warga Negara Asing (WNA) Malaysia itu dijebloskan dalam tahanan mapolda Jatim.

Identitas kedua tersangka masing-masing bernama Chee Kim Tiong (40) dan Lau Chu Hee (39). Dalam rilis pengungkapan kasus narkoba tersebut, Polda Jatim menyita total barang bukti sabu 50 kg dari berbagai kasus.

"Kami saat ini menggelar pengungkapan kasus narkoba yang mana menjadi prioritas utama di awal tahun. Karena ini juga bapak Kapolri menyampaikan terkait narkoba kemarin disampaikan dari Komisi Tiga, dan memang Jawa Timur di akhir tahun kita juga mengungkap banyak," terang Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Senin (3/2/2020).

Menurut Luki, awal tahun dalam minggu terakhir jajaran Direktorat narkoba mengungkap ada sindikat dari Malaysia yang cukup besar. Totalnya ada sekitar 50 kg sabu-sabu yang telah disita.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Internasional dan Lapas, 3 Pelaku Ditangkap

"Kalau kita lihat di media-media ada pengungkapan di Polda lain barang buktinya hampir sama dengan bungkusan teh cina. Barang ini sekarang sedang marak masuk ke Jawa Timur. Pelakunya ada orang Malaysia yakni Chee Kim Tiong dan Lau Chu Hee," ucap Luki.

Alur pengiriman sabu dari Malaysia ini, sambung Luki, dari Myanmar menuju Kuching, Malaysia. Lalu masuk ke Pontianak, dan masuk ke Pangkalan Bun. Setelah itu masuk pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, lalu diamankan.

"Ini ada di belakang kita tersangkanya, dan ini sebagian dari Polres Bangkalan, Polres Sampang. Ini juga ada barang-barang sebagian berkembang masuk ke wilayah Bangkalan dan wilayah Sampang," tandas Luki.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini