Pembunuh Pemilik Toko Bangunan di Bali Ditangkap, Ngaku Disuruh Anak Korban

Kamis 06 Februari 2020 04:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 244 2164039 pembunuh-pemilik-toko-bangunan-di-bali-ditangkap-ngaku-disuruh-anak-korban-K9v28NErMg.jpg Ilustrasi penangkapan pelaku pembunuhan. (Foto: Shutterstock)

DENPASAR – Petugas Polres Denpasar Barat telah mengamankan terduga pembunuh perempuan pemilik toko bangunan di Jalan Ahmad Yani Gang Merpati, Kota Denpasar, Provinsi Bali, pada Rabu 5 Februari 2020. Pelaku berinisial MD (30) mengaku disuruh oleh anak korban menghabisi nyawa ibunya, SC (55).

Mengutip dari iNews.id, Kamis (6/2/2020), Polres Denpasar Barat bekerja sama dengan Polresta Denpasar mengamankan pria berinisial MD yang saat itu masih berada di lokasi kejadian. Kepada polisi, pelaku mengaku disuruh oleh anak sulung korban yang merasa sakit hati karena sering dimarahi oleh korban.

Baca juga: Perempuan Pemilik Toko Bangunan di Bali Ditemukan Tewas Bersimbah Darah 

Polisi langsung mengadakan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan dibantu Tim Inafis Polda Bali. Berdasarkan pantauan iNews di lapangan, pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara memukul kepalanya menggunakan batu. Pelaku selanjutnya membuang batu itu ke semak-semak yang berada di samping rumah korban.

Polisi pun mencari barang bukti yang digunakan pelaku menghabisi nyawa korban. Polisi awalnya sempat mengalami kesulitan karena lokasi pembuangan batu tersebut dipenuhi tanaman yang rimbun. Atas petunjuk pelaku, polisi akhirnya berhasil menemukan batu yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban.

Pelaku langsung diamankan ke Mapolresta Denpasar untuk penyelidikan kasus pembunuhan tersebut. Sementara korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah untuk diautopsi.

Korban SC ditemukan tewas bersimbah darah di kamarnya oleh putranya K sekira pukul 16.00 Wita kemarin. K yang baru pulang dari sekolah kaget menemukan ibunya tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di kamar. Melihat ibunya bersimbah darah, K memberi tahu warga sekitar.

Penemuan mayat korban membuat heboh warga Jalan Ahmad Yani Gang Merpati. Warga selanjutnya melaporkan penemuan mayat itu kepada kepala lingkungan setempat, Gede Dana. Selanjutnya Gede Dana menghubungi Pos Polisi Denpasar dan melaporkan soal penemuan mayat warganya bersimbah darah di kamar.

Menurut keterangan Kepala Lingkungan Gang Merpati Denpasar, Made Dana, korban menutup toko bangunan tersebut setelah suaminya meninggal tiga tahun lalu. Selama ini korban hanya tinggal berdua bersama anak bungsunya K.

"Sehari-hari korban lebih banyak di dalam rumah. Dia jarang berinteraksi dengan masyarakat sekitar," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini