nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Tak Bisa Berenang, Dua Warga Tewas Tenggelam di Sungai

Kuntadi, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 22:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 10 510 2166320 diduga-tak-bisa-berenang-dua-warga-tewas-tenggelam-di-sungai-wdtoDXdAFL.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

BANTUL – Dua warga ditemukan tewas tenggelam di aliran sungai. Keduanya tewas tenggelam diduga akibat tidak bisa berenang.

Jasad Jumaryanti (43), warga Dusun Muneng, Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Bantul, ditemukan mengambang di muara Sungai Opak, Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul. Sementara Paridi (42), warga Banjararum, Kalibawang, Kulonprogo, ditemukan di aliran Sungai Tinalah di Banjararum, Kalibawang.

Salah seorang saksi, Sudarno mengatakan, sebelum tenggelam, korban sempat terlihat berjalan di pinggir sungai. Saat itulah korban terpeleset dan jatuh ke aliran Sungai Opak. Sejumlah pemancing yang melihat korban berusaha untuk menolong. Lantaran aliran kencang, korban tidak berhasil diketemukan.

“Beberapa pemancing yang melihat langsung berusaha menolong, namun korban tidak berhasil ditemukan,” ucap Sudarno, Senin (10/2/2020).

Upaya pencarian sebenarnya dilakukan warga dengan memasang jaring. Namun, upaya ini tidak membuahkan hasil.

Warga yang terus melakukan pencarian akhirnya menemukan jasad korban. Saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Ilustrasi (Shutterstock)

Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke gasebo wisata mangrove. Setelah dilakukan pemeriksaan medis dan kepolisian, jasad korban diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan. Polisi dan dokter tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Kemungkinan korban ini, tidak bisa berenang sehingga langsung tenggelam,” ujar anggota Sar Satlinmas Wilayah IV Pantai Samas-Pantai Baru, Tri Juwanto.‎

Sementara itu di Kabupaten Kulonprogo, Paridi (42) juga ditemukan meninggal dunia di aliuran Sungai Tinalah yang ada di Banjararum, Kalibawang. Korban tenggelam ketika membersihkan badan usai mencangkul lahan pertanian.


Baca Juga : 7 Mahasiswa Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, 1 Tewas dan 1 Hilang

“Kemungkinan korban jatuh dan terpeleset,” ucap Lurah Banjararum, Warudi.

Jasad korban yang berhasil dievakuasi selanjutnya dilakukan pemeriksaan medis. Namun, tidak ada tanda penganiayaan dan jasad korban diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan.


Baca Juga : Babinsa Hanyut Diduga Terpeleset saat Seberangi Sungai

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini