nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Buah Pelaku Penembakan Massal, Panglima Angkatan Darat Thailand Menangis saat Minta Maaf

Rachmat Fahzry, Okezone · Selasa 11 Februari 2020 14:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 11 18 2166698 anak-buah-pelaku-penembakan-massal-panglima-angkatan-darat-thailand-menangis-saat-minta-maaf-YAC0Zksl0R.jpg Panglima Angkatan Darat Thailand Apirat Kongsompong. (Foto/The Thaiger)

BANGKOK – Panglima Angkatan Darat Thailand Jenderal Apirat Kongsompong meminta maaf atas tragedi penembakan massal yang menewaskan 30 orang pada Sabtu 8 Februari 2020.

Pelaku penembakan, Jakrapanth Thomma, merupakan tentara berusia 32 tahun berpangkat Sersan Mayor Kelas 1.

Saat konferensi pers, Selasa (11/2/2020) di markas besar Angkatan Darat Kerajaan Thailand, Jenderal Apirat meminta maaf dan belasungkawa atas kematian yang disebabkan oleh salah seorang anak buahnya.

"Sebagai komandan tentara, saya meminta maaf dan saya dengan sepenuh hati menyesal bahwa orang di belakang insiden itu adalah seorang prajurit," katanya dengan emosional hingga membuatnya menangis, melansir Bangkok Post, Selasa (11/2/2020).

"Saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang tewas," lanjut dia.

Tiga puluh orang terbunuh, dan 58 orang lainnya terluka akibat peristiwa mengerikan yang terjadi di mal Terminal 21 di Kota Nakhon Ratchasima. Pelaku tewas ditembak pasukan komando polisi pada keesokan harinya.

Kronologi

Jenderal Apirat mengungkapkan Jakrapanth Thomma adalah seorang prajurit yang bertugas bersama batalion amunisi dari Komando Dukungan Angkatan Darat ke-2 di provinsi timur laut.

Dia mengatakan penembak menggunakan senjata pribadi untuk membunuh orang-orang yang memiliki konflik dengannya di kediaman korban.

Jakrapanth Thomma kemudian mengendarai kendaraannya ke gudang senjata di kamp Suranaree, mengancam penjaga dan mencuri amunisi dan lebih banyak senjata, termasuk senapan serbu yang ia gunakan untuk membunuh petugas.

"Saat dia menarik pelatuk dia menjadi penjahat, bukan tentara lagi," kata Jenderal Apirat.

Jenderal Apirat mengatakan dia akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Dia meminta orang-orang untuk tidak menyalahkan seluruh tentara.

Dia mencoba menahan air mata ketika dia menyebutkan orang-orang yang tewas dan meminta masyarakat untuk tidak menyalahkan militer.

Panglima militer itu mengakui bahwa pelaku mengalami penganaiayaan oleh atasannya dan menghentikan banyak proyek kesejahteraan.

Jenderal Apirat mengatakan telah membuka layanan, di mana tentara dengan pangkat yang lebih rendah dapat mengajukan keluhan terhadap atasan mereka, langsung kepadanya. Saluran pengaduan ini akan permanen.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini