nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanah Ambles Melanda Sejumlah Lokasi di Wonogiri Jateng

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 16:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 12 512 2167421 tanah-ambles-melanda-sejumlah-lokasi-di-wonogiri-jateng-3UXsInGDU0.jpg Tanah ambles di Giritontro, Wonogiri, Jawa Tengah. (Foto: Ist/BPBD Wonogiri/Solopos)

WONOGIRI — Terjadi tanah ambles di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Peristiwa akibat pelarutan batu gamping itu tersebar di 13 dusun, 12 desa atau kelurahan, serta 6 kecamatan.

Masing-masing di Kecamatan Eromoko yang meliputi Dusun Ngringin di Desa Basuhan; Kecamatan Pracimantoro meliputi Dusun Joho Kidul di Desa Joho, Dusun Gondang, dan Dusun Salam di Desa Wonodadi; Kecamatan Giriwoyo di Lingkungan Tamen, Kelurahan Girikikis; dan di Kecamatan Giritontro meliputi Dusun Wates di Desa Bayemharjo dan Dusun Tambak di Desa Tlogosari.

Baca juga: Pasca-Hujan Deras, Tanah di Desa Ujungberung Majalengka Ambles 

Kemudian di Kecamatan Paranggupito yang meliputi Dusun Bangampel dan Dusun Glagah Ombo di Desa Gendayaan, Dusun Gunturharjo di Desa Gunturharjo, serta Dusun Tumpak di Desa Ketos; dan di Kecamatan Manyaran meliputi Dusun Jetis Kidul di Desa Bero dan Dusun Platar di Desa Pijiharjo.

"Intinya tanah ambles karena di bawah tanah ada batu gamping yang larut akibat air. Lalu terbentuk rongga, kemudian tanah di atasnya ambles. Jadi, tanah ambles bukan karena air di dalam tanah disedot PDAM," jelas Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, Selasa 11 Februari 2020, sebagaimana dikutip dari Solopos.

Ia mengatakan, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan BPBD dan masyarakat melakukan antisipasi.

Mereka diminta membuat drainase sederhana untuk mengalirkan air hujan. Namun harus sesuai rekomendasi Badan Geologi KESDM yaitu salurannya harus dibuat kedap air.

"Mau enggak mau pemilik sawah harus merelakan sawahnya. Kalau sawah dipakai akan membahayakan jiwa, tanahnya sewaktu-waktu bisa ambles. Akan lebih baik area sekitar tanah ambles tidak dijadikan sawah. Bisa dijadikan tegalan atau kebun," imbuhnya.

Baca juga: Jalan Nasional Lahat-Empat Lawang Ambles, Tak Bisa Dilalui Kendaraan 

Ia menerangkan, apabila tetap dipakai menjadi sawah akan ada banyak air yang masuk ke tanah. Jikalau itu terjadi, batu gamping di dalam tanah semakin larut.

Selanjutnya, ungkap dia, sebelum ada mitigasi struktural pada lubang ambles, warga diimbau tidak beraktivitas, mendekat, berkumpul, atau melintas terlalu dekat. Terutama saat dan setelah hujan deras.

Masyarakat juga diminta membuat rambu peringatan rawan ambles di area yang berpotensi terjadi, setidaknya 10 meter dari lubang. Langkah ini untuk menghindari bahaya tanah ambles vertikal maupun horizontal.

Dia mengatakan, pemantauan intensif atas perkembangan lokasi tanah ambles harus terus dilakukan. Apabila terus berkembang dan mendekat ke permukiman warga harus segera dilaporkan ke pemerintah daerah setempat.

Baca juga: Kemunculan Lubang Raksasa di Lokasi Pemakaman Gegerkan Warga Maros 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini