nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Perempuan Edarkan 788 Butir Ekstasi Dikendalikan dari Balik Lapas

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 14:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 14 244 2168404 2-perempuan-edarkan-788-butir-ekstasi-dikendalikan-dari-balik-lapas-IZtkYAWZ9s.jpg ilustrasi

DENPASAR - Tim Berantas BNNP Bali mengungkap kasus pengedaran narkoba yang melibatkan jaringan LP. Kali ini ditangkap dua perempuan berinisial PSL (27) dan ISR (22).

Karyawan garmen tersebut direkrut napi yang mendekam di LP Kerobokan, Heri dan dijadikan kurir. Barang bukti yang disita sabu seberat 2 kilogram brutto, 788 butir ekstasi 70 butir happy five dan kokain 3,6 gram.

“Ini pengungkapan luar biasa. Mereka (pelaku) jaringan lapas. Di atasnya mereka ada Heri saat ini mendekam di Lapas Kerobokan. Tapi di atasnya Heri ada seseoramg biasa dipanggil Aji. Mereka kenal Heri tapi selanjutnya komunikasi dan dikedalikan Aji. Soal Aji masih pendalaman,” ujar Kepala BNNP Bali Brigjen Pol, Putu Gede Suastawa, Jumat (14/2/2020).

Terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai dua wanita, S dan I yang kos di Denpasar Selatan. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Berantas dipimpin Kabid AKBP Nyoman Sebudi dan Kasi Intel Kompol Saifudin Jufri melakukan penyelidikan.

Pada Senin 10 Februari, petugas membuntuti pelaku menuju arah Kuta, mengendarai sepeda motor. Sesampainya di Jalan Polonia, Tuban, Kuta, pelaku membawa sebuah dus.

Petugas langung menangkap pelaku dan melakukan penggeledahan. Setelah dus dibuka, terlihat bagian dalam berisi makanan ringan. Namun ketika dibuka seluruh bagian sisi dus ditemukan SS yang dibungkus plastik bening ditutup rapat dan dilem rapi lima sisi bagian dus.

Selanjutnya kedua pelaku dibawa ke Kantor BNNP Bali. Setelah ditimbang SS tersebut beratnya 837, 66 gram netto. Pengembangan lalu dilakukan ke tempat tinggal pelaku din Jalan Tukad Musi, Denpasar.

Setelah dilakukan penggeledahan di TKP, ditemukan barang bukti, SS seberat 978,79 gram, ekstasi 788 butir di speaker aktif, kokain 7 paket kecil seberat 3,6 gram netto, dan happy five sebanyak 7 pepel.

“Mereka ini sebagai kurir. Awalnya mereka diberi uang Rp30 ribu sekali nempel, lalu naik Rp50 ribu. Aji beri petunjuk untuk tempel paket narkoba lewat google map,” kata mantan Karorena Polda Bali ini.

Hasil penyidikan, kedua teranyata pengguna narkoba. Mereka ke Bali sekitar satu tahun lalu dan kerja di garmen. Selanjutnya mereka bertemu dengan Heri karena sama-sama satu kampung di Banyuwangi.

“Kalau kirim paket narkoba, mereka berdua berangkat. Karena belum semua paket ditempel, Aji menyuruh agar disimpan di tempat kosnya. Untuk keberadaan Aji masih kami selidiki. Diamankannya barang bukti ini kami menyelamatakan sekitar 18 ribu orang dari penyalahgunaan narkoba,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini