nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Riau Ungkap Komplotan Pedagang Organ Harimau Sumatera

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Minggu 16 Februari 2020 23:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 16 340 2169407 polda-riau-ungkap-komplotan-pedagang-organ-harimau-sumatera-3NMhjT4DMl.jpg Polda Riau ungkap penjualan organ Harimau Sumatera (Foto: Okezone.com/Istimewa)

PEKANBARU - Polda Riau mengungkap jaringan perdagangan organ satwa langka. Satu kulit harimau berserta organ satwa dilindungi ini pun disita petugas.

"Dalam kasus ini kita menyita satu kulit harimau yang masih utuh, empat taring dan satu karung berisi tulang," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto Minggu (16/2/2020).

Selain itu, Polda Riau menangkap tiga pelaku yakni M R (45) warga Kecamatan Tujuh Ilir, Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, RT (57) warga Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat dan AT (43) warga Siberida, Kabupaten Inhu, Riau.

"Ketiga pelaku merupakan kurir yang bertugas mengantar kulit dan tulang harimau dari Tebo, Jambi, yang diupah Rp2 juta," ujar Sunarto.

Ketiganya ditangkap di Jalan Arjuna Dusun IV RT/RW 002/091 Kelurahan Candi Rejo, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, pada 15 Febuari 2020. Daerah tersebut merupakan wilayah perbatasan Riau-Jambi.

Sunarto mengatakan, penyidik mendapat informasi bahwa tiga tersangka membawa organ tubuh si raja hutan dan akan menyerahkan pada seseorang berinisial HN, yang hingga kini masih buron, ke Air Molek.

Baca Juga : Maruf Amin Ingin Banten Jadi Pusat Budaya Islam

Polisi pun menyergap saat mereka melintas di Jalan Arjuna. Petugas melakukan penggeledahan Toyota Avanza dengan nomor polisi D 1606 ABK yang dibawa ketiga tersangka. Dalam penggeledahan itu ditemukan organ harimau tersebut.

"Mereka membawa organ satwa langka itu dari daerah Tebo, Jambi. Mereka mendapatkan organ itu dari tersangka AT sebagai eksekutor yang juga masih buron. Pengakuan ketinganya, kulit harimau itu bisa dijual dengan kisaran harga Rp30 juta hingga Rp80 juta," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini