nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Rouhani Sebut Trump Tak Akan Perang dengan Iran Menjelang Pilpres

Agregasi VOA, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 13:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 17 18 2169652 presiden-rouhani-sebut-trump-tak-akan-perang-dengan-iran-menjelang-pilpres-6BVOniDxOd.jpg Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: Reuters)

TEHERAN – Perang dengan Iran akan merugikan Amerika Serikat (AS), dan Presiden Donald Trump yang ingin kembali terpilih untuk masa jabatan kedua. Hal itu disampaikan Presiden Iran Hassan Rouhani pada Minggu, 16 Februari 2020.

Rouhani mengatakan bahwa dua alasan itu membuatnya tidak yakin AS akan memulai perang dengan negaranya.

BACA JUGA: Presiden Rouhani: Tekanan Maksimum AS pada Iran Akan Gagal

Dia menegaskan bahwa Trump tahu persis berperang dengan Iran akan “merugikan” peluangnya memenangkan pemilu presiden 2020. Pemimpin Iran itu menambahkan perang akan merugikan kepentingan Amerika dan kepentingan sekutu di kawasan, begitu juga dengan Iran.

“Saya pikir Amerika tidak akan memulai perang karena mereka tahu hal itu akan merugikan mereka,” ujar Rouhani dalam konferensi pers sebagaimana dilansir VOA, Senin (17/2/2020).

Ditambahkannya, negara-negara Teluk Persia seperti Uni Emirat Arab, Bahrain dan Qatar akan paling banyak menderita kerugian jika konflik antara Iran dan AS bergulir menjadi perang.

Iran dan AS hampir terlibat konflik terbuka Januari lalu ketika sebuah pesawat nirawak Amerika membunuh panglima pasukan elit Iran, Qassem Soleimani, di luar Baghdad, Irak. Teheran membalas dengan meluncurkan serangkaian serangan rudal terhadap pangkalan militer Amerika di Irak.

Ketegangan terus memuncak sejak Trump menarik AS mundur dari perjanjian nuklir yang disepakati dengan Iran dan empat negara adidaya lain pada 2015 lalu, dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang melumpuhkan Iran.

BACA JUGA: Iran Ancam Serang jika Amerika Serikat dan Israel Lakukan Sedikit Kesalahan

Rouhani menggarisbawahi bahwa AS seharusnya mengembalikan perjanjian nuklir itu jika ingin Iran kembali ke meja perundingan.

“Kita pada akhirnya suatu hari nanti akan dapat memaksa musuh kembali ke meja perundingan seperti sebelumnya,” ujarnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini