nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lima Fakta Terbaru Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi Yogyakarta

Alfina Nuraini, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 08:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 24 510 2173049 lima-fakta-terbaru-musibah-susur-sungai-smpn-1-turi-yogyakarta-CoexWIsK9a.jpeg Sungai Sempor yang menjadi lokasi musibah siswa SMPN 1 Turi. (Foto: Ist/KR Jogja)

JAKARTA – Total ada 10 korban jiwa dari siswa SMPN 1 Turi dalam tragedi susur Sungai Sempor di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat 21 Februari 2020. Berikut ini lima fakta terbaru musibah tersebut, sebagaimana telah dirangkum Okezone, Senin (24/2/2020).

1. Gerakan susur sungai sebenarnya bisa cegah banjir bandang

Manajemen Sungai dari UGM Yogyakarta Agus Maryono mengatakan, berkaca dari musibah yang dialami siswa SMPN 1 Turi, bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Tanah Air sebenarnya bisa dicegah dan dikurangi dengan cara melakukan gerakan susur sungai.

Gerakan susur sungai dinilai sekaligus kegiatan membersihkan sungai dari timbunan kayu, sampah, dan longsor di tebing. Sebab sebagian besar penyebab banjir bandang disebabkan adanya sumbatan di daerah hulu sungai.

2. Kegiatan warga banyak dilakukan di Sungai Sempor

Tidak hanya dijadikan tempat kegiatan pramuka para siswa SMPN 1 Turi, Sungai Sempor ternyata juga menjadi lokasi kumpul-kumpul warga atau kelompok anak-anak muda di sana.

Kemudian masyarakat dan wisatawan dari luar kerap memanfaatkan Sungai Sempor sebagai objek wisata berupa outbound atau susur sungai.

3. Satu pembina pramuka menjadi tersangka

Polda DIY menetapkan seorang pembina pramuka SMPN 1 Turi berinisial IYA menjadi tersangka kasus kecelakaan susur Sungai Sempor. IYA yang juga menjabat guru olahraga dinilai lalai hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

IYA sendiri disangkakan Pasal 359 dan 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal serta kelalaian yang menimbulkan orang lain luka-luka.

Tersangka sudah dibawa ke Mapolres Sleman untuk menjalani pemeriksaan serta memenuhi berita acara pemeriksaan (BAP).

4. Pihak korban mendapat santunan dari Kemensos

Menteri Sosial Juliari Batubara mendatangi dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban susur Sungai Sempor. Ia pun menyerahkan santunan kepada ahli waris depalan korban meninggal dengan total Rp120 juta.

Santunan dari Kementerian Sosial sebesar Rp15 juta per korban jiwa. Sementara korban luka ditanggung pemerintah daerah hingga bisa dipulangkan ke rumah masing-masing.

5. BMKG sudah memberi peringatan

Pembaruan informasi cuaca, termasuk peringatan dini, sudah dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum terjadinya musibah susur Sungai Sempor yang dilakukan siswa SMPN 1 Turi.

Ketika itu peringatan dini disampaikan pada Jumat 21 Februari 2020, sekira pukul 13.15 WIB.

Berdasarkan hasil pengamatan radar di Stasiun Klimatologi Mlati Sleman, ada awan kumulonimbus yang berpotensi masuk ke DIY melalui Kabupaten Sleman.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini