Tersangka Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Berstatus PNS, Ini Respons Pemkab Sleman

krjogja.com, · Senin 24 Februari 2020 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 510 2173110 tersangka-tragedi-susur-sungai-smpn-1-turi-berstatus-pns-ini-respons-pemkab-sleman-OfyuPzQLKc.jpg Ilustrasi

SLEMAN - Polda DIY menetapkan seorang pembina Pramuka SMPN 1 Turi berinisial IYA sebagai tersangka dalam kasus laka susur sungai. IYA yang belakangan diketahui sebagai guru olahraga dituduh lalai hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Sang pembina pramuka pun kini ditahan guna menelisik kemungkinan adanya tersangka baru, atas tragedi susur sungai yang merenggut 10 korban tewas tersebut.

Menanggapi ditetapkannya tersangka IYA yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), Bupati Sleman Drs Sri Purnomo MSi mengaku, pihaknya menunggu surat pemberitahuan dari pihak kepolisian. Surat tersebut sebagai acuan penegakan disiplin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami masih menunggu surat dari kepolisian. Tapi untuk bentuk sanksinya, kami akan menunggu perkara ini memiliki kekuatan hukum tetap sebagai asas praduga tak bersalah,” kata Sri Purnomo seperti dikutip Krjogja.

Baca Juga: Tragedi Susur Sungai, Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Resmi Ditahan

Hal senada juga dikatakan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Arif Haryono SH. Sanksi kepada tersangka bisa dilaksanakan setelah proses hukum selesai dan memiliki kekuatan hukum tetap.

“Sanksi berupa apa, kami belum bisa berikan sekarang. Kami menunggu proses hukum selesai,” terangnya Arif.

Disinggung tentang ketugasan tersangka sebagai guru, Arif mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan sekolah berkaitan tersangka ini mengajar apa dan berapa jam dalam mengajar. Nantinya akan dicarikan guru pengganti di sekolah lain, terutama bagi guru yang belum maksimal dalam ketugasan.

Baca Juga: DPR Nilai Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Terjadi karena Ada Unsur Kecerobohan

“Nanti kami carikan guru-guru di sekitar Turi. Kalau tidak ada, ya kami carikan di sekitar Turi supaya tidak terlalu jauh dalam mengajar,” papar Arif.

Seperti diketahui sebelumnya, kejadian susur sungai yang menyebabkan 10 orang siswa tewas tersebut dilakukan dalam kegiatan pramuka pada Jumat, 21 Februari 2020.

Pada saat itu, banjir di Sungai Sempor terjadi cukup cepat, beberapa siswa yang sedang mengikuti kegiatan tersebut hanyut terbawa arus sungai yang deras.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini