Baru Beroperasi 3 Bulan, Jembatan Pusung Sidodadi di Boyolali Ambruk

Agregasi Solopos, · Senin 24 Februari 2020 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 512 2173380 baru-beroperasi-3-bulan-jembatan-pusung-sidodadi-di-boyolali-ambruk-oo6pvBUcer.jpg (Foto: Solopos.com/Bayu Jatmiko Adi)

BOYOLALI - Jembatan Pusung Sidodadi, Banaran, Boyolali, Senin (24/2/2020) pagi, ambruk. Jembatan yang memiliki lebar enam meter dan panjang 15 meter tersebut terjadi pukul 06.15 WIB. Warga mengaku heran karena jembatan tersebut baru selesai dibangun Desember 2019.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Banaran, Serda Joko Susanto mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

"Jembatan ini menghubungkan wilayah Pusung dan Sidodadi," kata dia saat ditemui Solopos.com di lokasi kejadian.

Dia mengatakan, jembatan tersebut baru selesai dibangun sekitar tiga bulan lalu. Beberapa warga yang datang melihat kondisi jembatan yang roboh pun heran mengetahui jembatan yang belum lama jadi, tapi sudah roboh.

Berdasarkan pantauan, bagian jembatan yang roboh adalah pada titik tumpu salah satu ujung jembatan. Hal itu menyebabkan badan jembatan ikut ambles ke bibir sungai. Sementara ujung badan jembatan satunya masih menempel di titik tumpu.

Infografis Okezone.

Seorang warga setempat, Nur Muhammad, mengaku saat jembatan itu ambrol dirinya masih tertidur.

"Kemudian mendengar suara gemuruh tapi samar, tidak keras. Ternyata saat saya keluar rumah kondisi jembatan sudah ambles," kata Nur yang tinggal tidak jauh dari jembatan itu.

Baca juga: Kisah Kampung di Boyolali Bernama Koplak

Dia mengatakan, jembatan itu bermanfaat bagi warga. Pasalnya, jalan Pusung menuju Sidodadi sebelumnya merupakan jalan buntu.

"Sebelumnya tidak ada jembatan, jadi kalau mau menyeberang, harus jalan memutar. Sebenarnya jembatan ini bisa mempersingkat waktu kalau mau ke Sidodadi atau sebaliknya," ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini